Arab Saudi Pasang Bilik Disinfektan Super Canggih di Masjidil Haram untuk Cegah Corona
AFP
Dunia

Bilik disinfektan ini bekerja secara otomatis untuk memindai dan menyemprotkan cairan disinfektan ke jemaah, serta dilengkapi kamera thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh dari jarak 6 meter.

WowKeren - Pemerintah Arab Saudi memasang gerbang khusus untuk menyemprotkan cairan disinfektan di pintu masuk Masjidil Haram, sebagai tindakan antisipasi menekan penyebaran virus corona (COVID-19). Tak hanya di Masjidil Haram, bilik disinfektan yang dilengkapi teknologi canggih ini juga dipasang di Masjid Nabawi di Madinah. Bilik disinfektan itu diuji coba pada Kamis (7/5) waktu setempat.

Bilik disinfektan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram ini berbentuk seperti lorong sepanjang sekitar 1 meter dan lebar 2 meter. Siapapun yang hendak masuk ke masjid harus melalui bilik tersebut dan diam di dalam sekitar 2 sampai 3 detik.

Dilansir dari The Guardian Nigeria pada Sabtu (9/5), perangkat tersebut bekerja otomatis untuk memindai dan menyemprotkan cairan disinfektan ke jemaah sebelum masuk ke Masjidil Haram. Bilik disinfektan ini dilengkapi kamera thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh pengunjung dari jarak 6 meter. Suhu tubuh orang yang terekam kamera langsung muncul di layar pengawas yang dipantau oleh petugas.


Ketika masuk ke dalam bilik disinfektan ini, pengunjung berdiam sejenak hingga terasa ada zat yang disemprotkan ke permukaan pakaian. Jika keberadaan bilik disinfektan ini dianggap efektif mencegah penyebaran virus corona, bukan tak mungkin Pemerintah Arab Saudi bakal segera membuka kembali dua masjid suci untuk masyarakat.

Seluruh pengunjung Masjidil Haram wajib melewati alat tersebut. Pengurus juga akan membersihkan perangkat itu secara berkala setelah digunakan. Alat tersebut juga akan dipasang di seluruh gerbang di Bandara King Abdul Aziz.

Sejak wabah corona merebak, Pemerintah Arab Saudi menutup kegiatan salat berjamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Hingga bulan Ramadan tiba, masyarakat tetap diimbau untuk beribadah di rumah.

Namun Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mengizinkan kegiatan salat Tarawih selama Ramadan di Masjidil Haram, tetapi para jemaah wajib menjaga jarak. Setelah itu, Masjidil Haram kembali ditutup untuk menghindari potensi penularan virus corona.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait