Memperingati 75 tahun Perang Dunia II, pemimpin-pemimpin dunia telah kompak menyerukan pesan mereka untuk melawan pandemi virus corona dengan berkaca pada sejarah.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 09 Mei 2020 - 16:27 WIB
WowKeren - Sejumlah pemimpin dunia saat ini sedang memperingati 75 tahun berlalunya Perang Dunia (PD) II yang pecah di Eropa dan berakhir pada Mei 1945. Di momen peringatan tersebut, pemimpin-pemimpin negara juga menyerukan perang melawan virus corona (COVID-19).
Mereka kemudian mengambil hikmah dan inspirasi dari tragedi PD II untuk melawan virus corona. Peringatan ini dilakukan di beberapa negara Eropa dengan sederhana dan tidak meriah tanpa melibatkan orang banyak.
Dilansir Guardian, Presiden Prancis Emmanuel Macron ikut serta dalam peringatan PD II. Acara ini hanya dihadiri sekitar 20 penonton termasuk presiden majelis dan senat nasional, menteri angkatan bersenjata, dan walikota Paris.
Selama upacara 30 menit itu, Macron meletakkan karangan bunga dan menyalakan api makam prajurit PD II. Sebuah paduan suara militer kecil juga turut menyanyikan lagu kebangsaan Prancis, Marseillaise.
”8 Mei 1945, Kemenangan. Api Prajurit Tidak Dikenal masih menyala untuk para pahlawan yang membawa kita kedamaian,” kata Macron seperti dilansir dari Guardian, Sabtu (9/5). “75 tahun kemudian, wanita dan pria berjuang untuk perdamaian ini untuk hidup. Bagi mereka, naikkan bendera kami setinggi-tingginya.”
Kemudian di Jerman peringatan PD II dihadiri oleh Kanselir Angela Merkel dan Presiden negara itu, Frank-Walter Steinmeier. Peringatan yang diberi nama “kesepian” ini diisi dengan pidato kesedihan dari Presiden Steinmeier.
Presiden Steinmeier mengenang bagaimana negara-negara bergabung untuk memerangi tirani Nazi. Ia lantas mengingatkan persatuan yang sama diperlukan untuk mengalahkan virus corona sekarang ini.
“Mungkin kesendirian ini akan membawa kita kembali ke 8 Mei 1945, karena pada saat itu Jerman benar-benar sendirian dikalahkan secara militer, politik dan ekonomi, hancur secara moral,” ungkap Steinmeier. “Kami telah menjadikan diri kami musuh seluruh dunia.”
”Bagi kami orang Jerman, 'tidak pernah lagi' berarti 'tidak pernah lagi sendirian',” sambungnya. "Kami ingin lebih banyak, tidak kurang, kerja sama di dunia - juga dalam perang melawan pandemi.”
Selanjutnya di Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump dalam peringatan ini juga turut membahas tentang pandemi COVID-19. Ia mengatakan bahwa negaranya telah menghadapi kesulitan yang luar biasa akibat virus tersebut.
Namun, dengan berkaca dari perjuangan prajurit di PD II, Trump meyakini rakyat AS dapat melewati wabah corona. “Seperti yang telah kita lakukan berkali-kali sebelumnya, Amerika akan menang,” ujar Trump menjelang upacara kecil di Washington's II Memorial di Washington.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson juga memperingati 75 tahun Perang Dunia II berakhir di Eropa. Ia juga turut mengingatkan bahwa saat ini ada rintangan baru yang harus dilawan yaitu pandemi corona.
”Pada peringatan ini, kami terlibat dalam perjuangan baru melawan virus corona,” kata Boris yang ditujukan kepada warga negara Inggris. “Dan menuntut semangat yang sama seperti yang anda tunjukkan 75 tahun lalu.”
Sedangkan di Rusia, Presiden Vladimir Putin juga turut mendoakan negaranya dari wabah corona saat menjalani peringatan PD II. Ia berharap agar warga negaranya untuk selalu damai dan sejahtera di tengah pandemi virus corona. “Kita semua berjuang melawan epidemi ini,” ungkap Putin dalam pesan yang ditayangkan di TV Austria.
(wk/lian)