Paus Fransiskus mengajak seluruh umat beragama untuk berdoa dan berpuasa bersama pada Kamis (14/5) demi memohon pertolongan agar wabah COVID-19 segera diangkat dari muka bumi.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 09 Mei 2020 - 19:31 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona tak pandang bulu dalam menyerang. Tak peduli apa agama yang dianut, bagaimana strata sosialnya, dan dimanapun lokasinya, virus Corona menyerang tanpa ampun.
Hal ini terbukti dari 4 juta orang lebih yang terinfeksi virus Corona hingga Sabtu (9/5). Mereka tersebar di ratusan negara, dengan yang terbanyak di Amerika Serikat.
Situasi yang pelik itu pun mendorong Paus Fransiskus untuk menggelar doa dan puasa bersama untuk mendoakan agar kondisi lekas membaik. Pimpinan agama Katolik itu pun mengajak semua umat beragama untuk mengerjakan imbauannya itu pada Kamis (14/5) pekan depan.
Seruan ini sudah ia suarakan sejak Minggu (3/5) lalu, setelah memimpin Hari Doa Sedunia. Secara khusus Paus Fransiskus meminta agar doa dan puasa yang dilakukan semata-mata demi memohon agar Tuhan menolong manusia mengatasi wabah COVID-19.
Lebih lanjut, Paus pun mengaku sudah menerima proposal dari Komisi Tinggi untuk Persaudaraan Manusia. Proposal Komisi itu menyerukan orang-orang percaya dari semua agama dan keyakinan bersatu secara spiritual untuk berdoa serta berpuasa pada 14 Mei mendatang.
Menariknya ajakan Paus ini juga disambut positif oleh Imam Besar Al-Azhar di Kairo, Mesir, Ahmad Al-Tayeb. Imam Besar Al-Tayeb bahkan ikut menyerukan hal serupa di akun Facebook-nya.
"Demi Allah (mari kita berdoa dan berpuasa bersama)," ujar Imam Besar Al-Tayeb, seperti dilaporkan Al Arabiya, dikutip pada Minggu (9/5). "Supaya mengangkat wabah itu dari kita dan seluruh dunia."
Potret keindahan toleransi ini pun menuai beragam komentar. Sebab kali ini untuk pertama kali seluruh umat beragama, tak memandang konflik apapun yang terjadi diantaranya, akan beribadah bersama demi memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa.
"COVID-19 telah membuat kita semua bertekuk lutut, tetapi berlutut adalah posisi terbaik untuk berdua," ujar Gaid. "Hal ini memberi bukti bahwa keyakinan mempersatukan, bukan memecah belah."
Hingga hari ini, Sabtu (9/5) pukul 19.17 WIB, tercatat ada 4.036.128 orang yang terinfeksi virus Corona. Sebanyak 1.400.460 orang sudah dinyatakan sembuh, sementara 276.825 lainnya meninggal dunia.
(wk/elva)