Usai satu bulan dinyatakan 'bersih' dari virus corona, Kota Wuhan, Tiongkok kembali mencatat adanya kasus baru COVID-19. Tak tanggung-tanggung, ada 14 kasus virus corona baru yang dikonfirmasi pada 9 Mei 2020.
- Nidya Putri
- Senin, 11 Mei 2020 - 09:16 WIB
WowKeren - Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok telah dinyatakan bebas dari wabah corona (COVID-19) usai melaporkan kasus terakhir yang berhasil sembuh. Tak hanya itu, pada bulan April lalu kota yang menjadi episentrum virus corona telah membuka kuncian wilayahnya (lockdown) dan membiarkan warganya kembali menjalani aktivitas seperti semula.
Namun, baru-baru ini Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok melaporkan adanya penambahan 14 kasus virus corona baru yang dikonfirmasi pada 9 Mei. Dilansir Reuters, Minggu (10/5), kasus ini menjadi yang pertama kali terjadi sejak 3 April 2020 lalu.
Padahal sebelumnya, Tiongkok telah menetapkan semua wilayah di negara itu memiliki risiko rendah terhadap COVID-19 pada Kamis (7/5) lalu. Namun, adanya kasus baru ini memperlihatkan lonjakan angka dari satu digit sebelumnya. Kenaikan kasus paling banyak berasal dari Kota Shulan, Jilin.
Jilin pun telah meningkatkan risiko Kota Shulan dari sedang ke tinggi. Sebelumnya, Jilin meningkatkan risiko ke sedang setelah seorang wanita dinyatakan positif COVID-19. 11 kasus baru yang dilaporkan di Shulan merupakan anggota keluarganya dan orang yang memiliki riwayat kontak dengannya.
Sekain klaster Shulan dan Wuhan, dua kasus baru yang dikonfirmasi adalah kasus impor. Dikatakan pula, kasus asimptomatik yang baru ditemukan mencapai 20, tertinggi sejak 1 Mei dan naik dari 15 hari sebelumnya.
Hingga 9 Mei 2020, tercatat ada total 82.901 kasus virus corona yang dikonfirmasi di Tiongkok. Sementara jumlah total kematian akibat virus COVID-19 mencapai 4.633.
Sementara itu, beberapa waktu terakhir, hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok kembali memanas akibat tuduhan terkait asal usul virus corona yang mematikan tersebut. Pasalnya, pihak AS menuding jika virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut berasal dari laboratorium Wuhan. Namun, pihak Tiongkok telah membantah tuduhan tersebut.
(wk/nidy)