Lonjakan kasus COVID-19 di Rusia ini sekaligus menempatkan negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin itu sebagai negara kelima dengan kasus corona terbanyak di dunia.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 11 Mei 2020 - 10:25 WIB
WowKeren - Rusia mencatat lebih dari 11 ribu kasus baru virus corona (COVID-19) dalam 24 jam terakhir. Penambahan kasus baru ini menjadi rekor lonjakan harian tertinggi COVID-19 di negara tersebut.
Rusia melaporkan sekitar 11,012 kasus baru pada Minggu (10/5) waktu setempat. Jumlah tersebut menambah total kasus COVID-19 menjadi lebih dari 209 ribu jiwa di Rusia, sekaligus menempatkan negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin itu sebagai negara kelima dengan kasus corona terbanyak di dunia.
Lebih dari setengah kasus dan kematian akibat COVID-19 terjadi di Moskow. Kendati jumlah kasus baru terus melonjak, namun tingkat kematian melambat dalam beberapa hari belakangan dan masih jauh lebih rendah dibandingkan banyak negara lain.
Rusia menyebutkan tingkat kematiannya yang lebih rendah karena wabah corona di negara tersebut terjadi lebih lambat daripada di banyak negara lain sehingga memberi otoritas waktu lebih banyak untuk bersiap-siap. Jumlah total kematian di Rusia menjadi 1,915 pada Minggu waktu setempat setelah tercatat 88 kematian dalam 24 jam terakhir, menurut pusat tanggap krisis COVID-19 Rusia melalui situsnya.
"Sebanyak 88 kematian terkait virus korona dilaporkan pada Ahad, sehingga total kematian menjadi 1.915," kata otoritas kesehatan Rusia dikutip dari BBC pada Senin (11/5).
Kasus-kasus COVID-19 harian di Rusia telah meningkat drastis lebih dari 10 ribu dalam 24 jam selama sepekan terkahir ini. Sebagian pejabat menghubungan peningkatan ini dengan pengujian massal yang dilakukan pemerintah.
Namun demikian, tingkat kematian yang dilaporkan di negara itu tetap relatif rendah. Pejabat memuji upaya pengujian dan pelacakan yang meluas, meskipun kritik telah meragukan jumlahnya, sebab Rusia menggunakan metode klasifikasi yang berbeda untuk menghitung orang yang sakit.
Dikutip dari media lokal The Moscow Times, Presiden Vladimir Putin mengatakan saat ini Rusia tengah menghadapi situsai sulit. Dia memperingatkan bahwa wabah di negara itu belum mencapai puncak.
Saat ini Rusia berada dalam masa karantina wilayah parsial sejak akhir Maret untuk mengekang penyebaran virus corona. Warga di Moskow dapat bepergian untuk berbelanja ke toko makanan atau apotek terdekat, berjalan dengan anjing mereka atau membuang sampah, tetapi perlu izin khusus untuk kegiatan-kegiatan lainnya.
Sedangkan wali kota Moskow Sergei Sobyanin mengumumkan perpanjangan dari lockdown atau karantina wilayah di ibu kota, tempat sebagian besar kasus terkonsentrasi hingga 31 Mei mendatang. Dia juga menekankan aturan bahwa orang harus memakai masker dan sarung tangan di angkutan umum dan toko-toko atau menghadapi denda mulai Selasa.
Pemerintah Rusia juga dilaporkan sedang mempersiapkan untuk mendirikan rumah sakit darurat di sekitar Moskow termasuk di VDNKh, pusat pameran luar ruang era Soviet, jika infeksi terus melonjak.
Sebagai informasi tambahan, saat ini Rusia mencatat 209,688 kasus positif virus corona. Dari jumlah tersebut, 1,915 pasien dinyatakan meninggal dunia, dengan 34,306 pasien dikonfirmasi sembuh.
(wk/luth)