Yayasan Save Elephant di provinsi utara Chiang Mai, Thailand, telah mempromosikan agar gajah-gajah tersebut kembali ke padang rumput di rumah asal mereka.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 11 Mei 2020 - 15:20 WIB
WowKeren -
Sudah menjadi rahasia umum jika pandemi virus corona (COVID-19) yang melanda dunia turut memukul sektor pariwisata secara global. Tak terkecuali di Thailand.
Sepinya wisatawan yang datang membuat gajah-gajah di sana menjadi "pengangguran". Alhasil, kamp-kamp gajah komersial menjadi kekurangan dana untuk pemeliharaan hewan tersebut.
Yayasan Save Elephant di provinsi utara Chiang Mai telah mempromosikan agar gajah-gajah tersebut kembali ke padang rumput di rumah asal mereka. Meski yayasan ini mendukung penggalangan dana untuk memberi makan satwa yang masih berada di lokasi wisata, juga mendukung jika gajah-gajah tersebut dipulangkan kembali ke habitat asal mereka.
Dilansir Times, Senin (11/5), sebanyak 100 satwa dari Chiang Mai telah melakukan long march untuk kembali ke kampung halaman mereka di Mae Chaem. Pendiri Save Elephant, Saengduean Chailert, mengatakan jika upaya memulangkan gajah-gajah ke habitat asal mereka merupakan tindak lanjut dari permohonan para pemilik.
Pihaknya meyakini jika banyak gajah yang mendapat perlakuan tidak semestinya di banyak tempat wisata terkenal. Oleh sebab itu, ia mempromosikan upaya untuk memulangkan gajah-gajah ke tempat dimana mereka bisa hidup berdampingan dengan penduduk desa di komunitas yang ramah lingkungan.
Salah seorang pemilik 4 gajah di distrik Mae Wang, Chiang Mai, Sadudee Serichevee, mendirikan kebun binatang mini dengan gajah-gajahnya yang berasal dari Ban Huay Bong dengan mengikuti pendekatan yayasan. Namun niat baiknya tidak sesuai dengan kondisi saat ini.
"Awalnya saya pikir situasinya akan kembali normal dalam satu atau dua bulan," kata dia. "Pada akhir April, saya kehilangan semua harapan."
Dia dan istrinya setuju untuk membawa pulang gajah mereka ke desa lantaran tidak mampu lagi menanggung biaya bulanan untuk sewa tanah dan fasilitas. Mereka meyakinkan pemilik lainnya untuk melakukan hal sama.
"Gajah-gajah ini belum memiliki kesempatan untuk kembali ke rumah selama 20 tahun. Mereka tampak sangat bahagia ketika tiba di rumah," lanjut Sadudee. "Mereka membuat suara-suara bahagia, mereka berlari ke sungai di dekat desa dan bersenang-senang bersama dengan anak-anak kita."
(wk/zodi)