Setelah kasus infeksi terus menurun selama beberapa pekan terakhir, Selandia baru ingin menambah aktivitas bisnis dan rekreasi yang diizinkan. Namun kini justru ada tiga kasus baru yang dikonfirmasi.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 11 Mei 2020 - 16:35 WIB
WowKeren - Selandia Baru melaporkan tiga kasus baru virus corona menjelang keputusan untuk melonggarkan lockdown nasional. Seperti yang diketahui, setelah kasus infeksi terus menurun selama beberapa pekan terakhir, Selandia baru ingin menambah aktivitas bisnis dan rekreasi yang diizinkan.
Hampir lima pekan negara itu berada di pembatasan maksimal Level Empat yaitu hanya layanan penting saja yang diizinkan beroperasi. Selanjutnya pembatasan Level Tiga mulai diberlakukan pada 28 April lalu. Hal tersebut memungkinkan beberapa bisnis seperti outlet makanan cepat saji dan sekolah kembali dibuka.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern diperkirakan akan mengumumkan keputusannya untuk melonggarkan karantina nasional dan menurunkannya ke level 2 pada Senin (11/5) ini. Jika dilonggarkan maka ritel, perjalanan dalam negeri, dan pertandingan olahraga dapat dimulai kembali.
Sebelumnya, Ardern mengatakan jika karantina nasional diturunkan ke level 2 maka anak-anak dapat kembali sekolah dan karyawan dapat kembali ke kantor. Mal-mal, cafe, salon, dan bisnis jasa lainnya dapat kembali dibuka tapi perbatasan tetap ditutup kecuali bagi warga Selandia Baru yang ingin pulang.
Namun Kementerian Kesehatan baru saja mengumumkan tiga kasus baru infeksi virus corona. Dua kasus terjadi pada perawat rumah sakit dan satu kasus orang yang baru pulang dari luar negeri. Sehingga total kasus virus corona di Selandia Baru menjadi 1,147. Mereka menambahkan 93 kasus sudah terkonfirmasi dan kemungkinan sudah pulih.
Namun sejak bulan lalu, Jacinda Ardern memang telah memperingatkan bahwa tidak ada kepastian kapan penularan virus corona dapat dihilangkan yang memungkinkan kehidupan kembali normal. "Semua orang ingin mengembalikan hubungan sosial yang kita semua lewatkan, tapi untuk melakukannya dengan percaya diri kita perlu bergerak perlahan dan berhati-hati," katanya.
"Saya tidak akan mengambil risiko atas kesehatan masyarakat Selandia Baru. Jadi jika kita butuh tetap (berada) di Level Tiga, maka kami akan melakukannya," lanjutnya menambahkan.
Di sisi lain, pemerintah Selandia Baru akan mengungkapkan anggaran tahunan pada Kamis (14/5). Mereka telah memperingatkan negara itu akan mengalami defisit fiskal selama bertahun-tahun sementara level utang naik di atas target yang diperkirakan sebelumnya karena banyak pengeluaran untuk mendukung perekonomian.
Sebagai informasi tambahan, Jacinda Ardern sendiri memang bisa dibilang selalu menuai sorotan internasional berkat etos kerjanya sebagai Perdana Menteri Selandia Baru. Selain dianggap tangkas menekan angka penyebaran virus corona di negaranya, Ardern juga menuai pujian lantaran tak segan memotong 20 persen gajinya untuk membantu perekonominan Selandia Baru di tengah COVID-19.
"Ini adalah hal di mana kami bisa mengambil tindakan dan itu lah mengapa kami melakukannya," tutur Ardern beberapa pekan lalu. "Kami menyadari warga Selandia Baru bergantung pada subsidi upah mengalami pemotongan gaji dan sebagian kehilangan pekerjaan akibat pandemi global."
(wk/luth)