Bioskop Drive-In di Iran Kembali Buka Setelah 40 Tahun Gara-Gara Pandemi Corona
AP
SerbaSerbi

Sebelumnya, pemerintah Iran memang menutup bioksop drive-in sejak Revolusi Islam 1979 karena dianggap memberikan ruang privasi terlalu banyak bagi pasangan muda belum menikah.

WowKeren - Tak bisa dipungkiri bahwa industri perfilman memang mengalami kerugian besar sejak pandemi virus corona (COVID-19) merebak. Tak hanya menghentikan proses produksi sejumlah film, pandemi ini juga membuat banyak bioskop di seluruh dunia merugi akibat harus ditutup demi mencegah penularan virus.

Namun di sisi lain, pandemi ini rupanya membuat bioskop drive-in kembali dilirik oleh para penikmat film. Beberapa bioskop drive-in yang telah lama ditutup di sejumlah negara pun kembali dibuka, termasuk di Iran. Menurut laporan The Hollywood Reporter, bioskop drive-in di Iran ini kembali dibuka setelah sempat ditutup selama lebih dari 40 tahun.

Disebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, kawasan parkir Menara Milad, Teheran, kembali disulap menjadi sebuah bioskop drive-in. Sebelumnya, pemerintah Iran memang menutup bioksop drive-in sejak Revolusi Islam 1979 karena dianggap memberikan ruang privasi terlalu banyak bagi pasangan muda belum menikah.


Warga menyambut hangat bioskop drive-in ini seiring dengan penutupan tempat umum dan hiburan lainnya. Layaknya sebuah bioskop, para pengendara mobil tetap harus membeli tiket sebelum menonton. Petugas juga menyemprotkan desinfektan ke setiap mobil yang mengantre.

Salah satu film yang ditayangkan adalah "Exodus", karya sutradara Ebrahim Hatamikia yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran. Beberapa warga menyatakan tak terlalu memperhatikan film yang ditayangkan, dan hanya senang bisa merasakan bioskop drive-in.

Selain itu, sejumlah masyarakat juga menikmati bioskop drive-in karena menjadi hiburan yang bisa membuat mereka keluar rumah dan tetap dapat menjaga jarak aman dari orang lain.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Iran sendiri telah mencatatkan sebanyak 109,286 kasus COVID-19. Dari jumlah tersebut, 6,685 pasien dinyatakan meninggal dunia, dengan 87,422 lainnya dikonfirmasi sembuh. Saat ini, Iran memiliki kasus aktif sebanyak 15,179 pasien.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait