Gubernur negara bagian Puebla di Meksiko, Luis Miguel Barbosa, bahkan sempat menyatakan bahwa orang-orang miskin kebal dari virus corona (COVID-19) pada bulan Maret lalu.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 12 Mei 2020 - 13:10 WIB
WowKeren - COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona baru memiliki julukan lain di beberapa wilayah miskin dunia. Warga kelas bawah sempat menyebut COVID-19 sebagai "penyakit orang kaya".
Kasus virus corona yang masuk ke sejumlah negara berkembang dilaporkan merupakan kasus impor. Virus tersebut dibawa oleh orang-orang yang kembali dari perjalanan bisnis ke Tiongkok hingga kembali dari studi atau liburan di Eropa.
Gubernur negara bagian Puebla di Meksiko, Luis Miguel Barbosa, bahkan sempat menyatakan bahwa orang-orang miskin kebal dari virus corona pada bulan Maret lalu. "Jika Anda kaya, Anda berisiko (terinfeksi COVID-19). Tetapi jika Anda miskin, Anda tidak (berisiko terinfeksi). Orang-orang miskin, kita kebal," tutur Barbosa saat itu.
Meski demikian, virus corona yang kini telah menginfeksi lebih dari 4,2 juta orang di seluruh dunia ini terbukti tidak pandang bulu. Para sejarawan lantas menyebut bahwa pandemi corona mungkin akan dikenang sebagai pandemi pertama yang menyebar dari orang kaya ke masyarakat kelas bawah.
"Pada tahap yang sangat, sangat awal, penyakit ini dapat dianggap sebagai penyakit orang kaya," ujar penulis Sejarah Epidemi, Joshua Loomis, dilansir Los Angeles Times pada Selasa (12/5). "Tapi seperti yang kita tahu, tidak butuh waktu lama bagi virus corona untuk mengakar di antara orang miskin. Dan sebagian besar pandemi memang mengarah pada masyarakat miskin."
Dalam catatan sejarah, pandemi memang kerap dikaitkan dengan kaum yang kurang mampu. Sementara itu, orang-orang kaya disebut telah lama membangun penghalang untuk mengisolasi diri mereka sendiri.
Sebagai contoh, karantina ketat diterapkan di lingkungan kelas bawah di Kota Saint Petersburg, Rusia, selama masa epidemi kolera pada awal abad ke-19 silam hingga menimbulkan kerusuhan. Namun ketika sebuah pandemi dimulai dari orang kaya, maka orang miskin tidak memiliki tempat untuk bersembunyi.
"Sepanjang sejarah, orang kaya akan membuat batas terhadap orang miskin untuk membiarkan penyakit memusnahkan mereka," jelas Loomis. "Tidak banyak contoh orang miskin memiliki kekuatan atau sarana untuk melakukan itu (membuat batas untuk melindungi diri)."
Di sisi lain, pandemi corona yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok, menyebar dengan cepat ke Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan AS, melalui perjalanan jet komersial. Di India misalnya, kasus COVID-19 yang pertama kali dilaporkan terdeteksi pada seorang mahasiswa kedokteran kelas menengah yang terbang pulang dari belajar di Wuhan.
Sementara itu di Korea Selatan terdapat gelombang infeksi COVID-19 baru pada bulan Maret dan April di antara anak-anak kelas menengah ke atas yang kembali dari luar negeri. Diketahui, banyak universitas di AS dan Eropa yang telah menutup kampus mereka.
(wk/Bert)