Sebanyak 21 narapidana di Lapas Los Angeles, Amerika Serikat nekat melakukan berbagai hal agar positif COVID-19 demi bisa dibebaskan lebih awal. Sayangnya upaya mereka berujung kegagalan.
- Elvariza Opita
- Selasa, 12 Mei 2020 - 15:09 WIB
WowKeren - Bebas dari hukuman penjara tentu sudah menjadi keinginan setiap narapidana. Ada yang menempuh cara "baik-baik", yakni dengan bertindak baik selama di tahanan agar mendapat keringanan, hingga yang menempuh langkah nekat.
Opsi kedualah yang kemudian coba dilakukan oleh sekelompok napi di sebuah lapas di California, Amerika Serikat berikut ini. Memanfaatkan situasi dunia yang saat ini tengah "dikepung" virus Corona, sejumlah napi ini pun nekat melakukan berbagai upaya agar tertular Corona.
Dilansir dari AFP, para napi di Castaic, utara Los Angeles, sampai nekat berbagi cangkir dan mengendus masker wajah yang digunakan sambil berkerumun bersama. Aksi nekat ini pun terekam dalam sebuah video.
Namun menurut sheriff setempat, Alex Villaneuva, aksi mereka berbuah kegagalan. Sebab kini ke-21 napi yang dikonfirmasi positif COVID-19 itu justru harus menjalani karantina oleh pihak lapas.
"Entah bagaimana ada beberapa kepercayaan yang keliru di antara narapidana bahwa jika mereka dites positif ada cara untuk memaksa kita melepaskan lebih banyak tahanan dari penjara," ujar Villaneuva, Selasa (12/5). "Dan itu tidak akan terjadi."
Menurut Villaneuva, aksi nekat ke-21 napi ini terungkap ketika sipir penjara menyelidiki alasan di balik lonjakan kasus COVID-19. Pasalnya ada lonjakan kasus positif COVID-19 di balik Lapas Los Angeles, bahkan sampai hampir 40 persen.
Adapun saat ini Lapas Los Angeles memiliki sekitar 11.700 narapidana. Lebih dari lima ribu narapidana telah dibebaskan sebelumnya dalam tindakan pencegahan wabah Corona di penjara.
Tak hanya dengan nekat berbagi cangkir atau mengendus masker, napi-napi ini juga melakukan aksi konyol agar dianggap mengalami gejala klinis Corona. Seperti misalnya dengan menyeruput air panas tepat sebelum perawat memeriksa mereka supaya suhu tubuhnya naik.
Dengan demikian para perawat akan mengira mereka mengalami gejala demam yang lazim dirasakan pasien COVID-19. Aksi-aksi nekat sekaligus konyol para napi ini pun sekarang sedang diselidiki, menimbulkan dugaan banyak aksi-aksi serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.
(wk/elva)