Ini Kata Amien Rais Soal Putranya yang Nekat Mundur Dari PAN
Instagram
Nasional

Putra Amien Rais, Hanafi Rais, diketahui telah mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum PAN. Selain itu, Hanafi juga turut mundur dari DPR.

WowKeren - Putra Amien Rais, yakni Hanafi Rais, diketahui telah mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum PAN. Selain itu, Hanafi juga turut mundur dari DPR.

Amien Rais lantas buka suara terkait keputusan putranya tersebut dalam wawancara dengan pakar hukum tata negara Refly Harun. Amien Rais mengaku tidak pernah meminta Hanafi untuk mundur dari DPR atau PAN.

"Jadi Hanafi ini disangka saya suruh keluar (mundur), padahal tidak sama sekali," ujar Amien Rais dilansir dari YouTube pada Kamis (14/5). Menurut Amien Rais, ia dan istrinya telah membebaskan anak-anak untuk mengambil keputusan sendiri.

Baik dalam urusan jodoh maupun karier. Sehingga, langkah Hanafi untuk mundur dari PAN dan DPR murni merupakan keputusannya sendiri.


Amien Rais juga bercerita bahwa Hanafi sempat meneleponnya sehari sebelum membuat surat pengunduran diri. Dalam sambungan telepon tersebut, Amien Rais mempersilakan Hanafi mengajukan pengunduran diri jika memang keputusannya sudah bulat.

"Saya bilang, 'Han kalau mantap bismillah'," ungkap Amien Rais. "Selalu ada masa depan yang bagus dan jangan lupa tidak mungkin kita ini hidup sampai katakanlah ya lontang-lanting selama kita punya ilmu."

Loyalis Amien Rais sendiri disebut- sebut tengah mempersiapkan partai baru, PAN Reformasi. Namun, Amien Rais membantah bahwa mundurnya Hanafi berkaitan dengan partai baru tersebut. "Hubungannya dengan partai baru tidak ada sama sekali," ujar Amien Rais.

Dalam surat pengunduran dirinya, Hanafi menyoroti sikap PAN yang kini dinilainya dekat dengan kekuasaan meski masih melontarkan kritik- kritik. Menurut Hanafi, sikap DPP PAN ini bertentangan dengan keinginan kader yang ingin agar partai berlambang matahari putih tersebut menjadi antitesis kekuasaan.

"Saya menilai PAN melewatkan momentum di atas untuk memperbaiki diri lebih bijaksana dalam berorganisasi dan bersikap," jelas Hanafi dalam surat pengunduran diri yang tertanggal 5 Mei 2020 tersebut. "Kecenderungan melakukan konformitas terhadap kekuasaan, sekalipun didahului dengan kritik-kritik, bukan sikap yang adil di saat banyak kader dan simpatisan menaruh harapan PAN menjadi antitesis dari pemegang kekuasaan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts