Badan Pengawas Obat Eropa (EMA), mengatakan tengah berkomunikasi dengan 33 pengembang untuk mempercepat proses persetujuan vaksin, yang biasanya membutuhkan waktu 10-15 tahun.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 15 Mei 2020 - 09:42 WIB
WowKeren - Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) optimis bahwa vaksin virus corona (COVID-19) akan tersedia dalam waktu sekitar satu tahun. Dikutip dari Jakarta Post pada Jumat (15/5), lembaga yang dikelola Uni Eropa itu tengah berkomunikasi dengan 33 pengembang, mempercepat proses persetujuan vaksin.
"Kita dapat melihat kemungkinan jika semuanya berjalan sesuai rencana, sehingga beberapa dari mereka (vaksin) dapat diajukan untuk persetujuan dalam setahun dari sekarang," ujar Marco Cavaleri, kepala strategi vaksin EMA, dalam pernyataannya pada Kamis (14/5) waktu setempat.
Kendati demikian, EMA juga ragu dengan klaim bahwa ada yang bisa siap menyediakan vaksin pada September. Hal itu kemungkinan mengesampingkan dan melewatkan fase ketiga dari percobaan vaksin, yang akan diperlukan untuk memastikan vaksin itu aman dan efektif.
EMA juga mengamati 115 terapi yang berbeda, atau perawatan untuk virus corona, yang telah membunuh hampir 300 ribu orang secara global berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Cavaleri mengatakan beberapa dari terapi tersebut dapat disetujui di Eropa pada awal musim panas ini, tetapi ia tidak menentukan yang mana.
"Kami juga mengetahui bahwa mungkin ada penundaan," tambahnya. "Kami akan senang jika terbukti salah, tetapi kami mendasarkan pada pengalaman kami" tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguji dan menyetujui vaksin."
EMA adalah badan yang menyetujui obat-obatan untuk 27 negara di Uni Eropa. Oleh karena pandemi virus corona, EMA mengatakan telah mempercepat proses otorisasi vaksin, yang biasanya butuh waktu 10-15 tahun untuk disetujui.
Sementara itu, seorang anggota parlemen Uni Eropa, Peter Liese mengatakan, Uni Eropa harus menghindari hak kekayaan intelektual perusahaan farmasi jika vaksin dikembangkan di luar blok itu.
"Jika vaksin pertama kali dikembangkan di luar Eropa, kita harus melakukan segala yang mungkin untuk memastikan bahwa vaksin itu benar-benar tersedia untuk semua negara," kata Peter Liese, anggota dari partai Persatuan Kristen Demokratik Jerman (CDU).
"Kami mengandalkan dialog dan kerja sama, tetapi kami juga harus mengharapkan orang lain untuk menolak dialog dan kerja sama. Inilah sebabnya kami membutuhkan rencana B," tambah Liese.
(wk/luth)