Pemkot Surabaya Gencar Lakukan Screening, Pasar Tradisional Jadi Target Utama Rapid Test Massal
Nasional

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita menyebutkan jika tes sudah dilakukan di beberapa pasar.

WowKeren - Pemerintah Kota Surabaya kian gencar melakukan screening dengan cara menggelar rapid test secara massal pada warganya. Hal itu untuk memilah mana warga yang berpotensi terinfeksi virus corona (COVID-19) dan mana yang tidak.

Sejumlah pasar tradisional di Surabaya menjadi target dilakukan tes masal ini. Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita menyebutkan jika pihaknya sudah menggelar tes tersebut di beberapa pasar. Mulai dari pasar Genteng, Pasar Simo, Pasar Simo Gunung hingga Pasar Keputran.

Ia mengatakan dengan tes itu Pemkot bisa memisahkan warga yang berpotensi positif dan tidak. Warga yang dinyatakan positif melalui rapid test akan dikirim ke hotel hingga hasil tes swab keluar.

"Kami terus menerus menggelar rapid test massal dengan tujuan agar dapat memisahkan mana warga yang negatif dan reaktif COVID-19," kata Febria di Surabaya seperti dilansir Antara, Jumat (15/5). "Bagi mereka yang reaktif, langsung kita tempatkan di hotel agar terpisahkan dari yang negatif itu sampai hasil swabnya keluar."


Ia menuturkan jika di Pasar Genteng, sebanyak 25 pedagang yang mengikuti rapid test dinyatakan reaktif, dari total 50 pedagang. Sedangkan Pasar Keputran lebih sedikit. Dari 50 orang yang ikut rapid test ada 15 pedagang reaktif.

Pemkot kian gencar melakukan rapid test untuk menekan laju penyebaran virus ini. Dengan harapan, kurva penularan COVID-19 bisa semakin menurun. Ia berharap agar masyarakat bisa tetap bisa mengedepankan kedisiplinan terutama untuk menjaga jarak.

"Disiplin pakai masker, menghindari gerombolan, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun," lanjut dia. "Perilaku hidup bersih dan sehat harus dilaksanakan."

Sementara itu, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Surabaya Raya juga telah diperpanjang. Salah satu wilayah, Sidoarjo, bahkan telah menyiapkan sanksi sosial untuk membuat para pelanggar yang bandel merasa jera. Mulai dari membantu di dapur umum hingga melibatkan pelanggar dalam prosesi pemakaman korban corona.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!