Adapun sejumlah protokol yang dimaksud yakni mewajibkan pedagang untuk mengenakan alat pelindung diri mulai dari masker, kacamata, serta sarung tangan.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 18 Mei 2020 - 08:06 WIB
WowKeren - Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan evaluasi terkait penutupan pasar tradisional selama masa pandemi corona (COVID-19). Pemkot memutuskan untuk tidak lagi menutup namun dengan memberlakukan protokol kesehatan.
Pasalnya, jika pasar tradisional ditutup maka hal itu justru akan mendorong pedagang mencari tempat lain untuk berjualan. Yang mana hal ini dikhawatirkan justru akan melahirkan masalah baru.
Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro. "Lebih baik pedagang tetap berjualan di pasar itu, tapi kita atur sesuai protokol kesehatan," kata dia dilansir Antara, Senin (18/5).
Adapun sejumlah protokol yang dimaksud yakni mewajibkan pedagang untuk mengenakan alat pelindung diri berupa masker, kacamata, serta sarung tangan. pedagang juga wajib menyediakan cairan pembersih tangan.
Nantinya, jarak pedagang dan pembeli juga akan diatur. Pembeli yang datang ke pasar diminta untuk segera menyelesaikan urusannya agar tidak berlama-lama berada di pasar hingga menciptakan kerumunan.
Hebi mengatakan jika pihaknya akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan protokol-protokol itu dipatuhi. Jika ada pedagang yang kedapatan sakit maka akan segera ditangani dan ditutup tempat dagangnya.
"Sosialisasi ini terus kami lakukan setiap hari dan yang paling penting adalah pengawasannya yang harus juga dilakukan setiap hari," lanjut dia. "Dan yang bisa melakukan ini adalah pedagang dan pihak pengelola."
Adapun langkah ini diambil lantaran Pemkot ingin memastikan agar roda perekonomian tetap jalan. "Jadi, yang kami harapkan dua-duanya sama-sama jalan, perekonomian jalan dan pemutusan mata rantai COVID-19 juga jalan," pungkas dia.
Pasar tradisional menjadi target utama Pemkot dalam melakukan screening massal untuk pendeteksian virus corona. Hal itu untuk memilah mana warga yang berpotensi terinfeksi virus corona dan yang tidak. "Bagi mereka yang reaktif, langsung kita tempatkan di hotel," kata Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Febria Rachmanita
(wk/zodi)