Antibodi SARS Terbukti Bisa Hadang Virus Corona, Ilmuwan Beri Penjelasan
Dunia

Penemuan terbaru seputar COVID-19, ilmuwan mengungkapkan jika antibodi SARS terbukti dapat digunakan untuk memblokir infeski virus corona. Begini penjelasannya.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini telah menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dunia. Berbagai penelitian seputar virus asal Wuhan, Tiongkok ini terus dilakukan oleh sejumlah ahli demi mengetahui cara kerja dan menciptakan vaksin COVID-19.

Yang terbaru, ilmuwan berhasil membuktikan jika antibodi dari seorang pasien yang sembuh dari SARS dapat memblokir infeksi COVID-19 saat diteliti di lingkungan laboratorium. Penelitian ini disampaikan oleh para ilmuwan yang berbasis di Swiss dan Amerika Serikat (AS) pada Senin (18/5) lalu.

Para peneliti ini sebelumnya telah mengisolasi antibodi dari pasien yang sembuh SARS pada 2003. Diketahui kala itu, wabah SARS tengah mengguncang berbagai negara dan menewaskan sekitar 774 orang.

Eksperimen dalam penelitian ini berasal dari 25 jenis antibodi berbeda yang menargetkan lonjakan protein spesifik pada virus. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah antibodi itu dapat mencegah sel terinfeksi virus corona atau tidak.

Seperti yang diketahui, baik SARS dan COVID-19 berasal dari patogen yang sama, yaitu jenis virus corona. Keduanya diduga berasal dari hewan dan sehingga memiliki struktur serupa. Para peneliti lantas mengidentifikasi delapan antibodi yang dapat mengikat COVID-19 dan sel yang terinfeksi.


Dilansir AFP, salah satu kandidat dari antibodi SARS yang dinamai S309 terbukti memiliki aktivasi netralisasi yang sangat kuat untuk menghadang virus corona. Peneliti kemudian menggabungkan sampel S309 dengan antibodi lain yang kurang kuat.

Peneliti melakukan hal tersebut agar bisa menargetkan area yang berbeda pada lonjakan protein virus. Penggabungan tersebut juga dilakukan agar mengurangi potensinya untuk bermutasi.

”Hasil ini membuka jalan untuk menggunakan campuran antibodi S309 dan antibodi lain untuk profilaksis pada individu yang berisiko tinggi terpapar,” papar para ahli seperti dilansir dari AFP, Senin (18/5). “Atau sebagai terapi pasca tertular virus, atau mencegah penyakit lebih parah.”

Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan analisa sampel tersebut tanpa melibatkan manusia dalam risetnya. Meski demikian, mereka menyatakan jika temuan tersebut mewakili bukti konsep bahwa antibodi dari SARS dapat mencegah infeksi virus corona yang parah.

Sejauh ini, memang banyak ilmuwan di dunia telah menghabiskan waktunya mencari pengobatan yang paling efektif untuk melawan pandemi virus corona. Diantaranya melibatkan penggunaan antibodi pasien yang sudah sembuh.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait