AS Kirim Ventilator ke Rusia Usai Insiden Kebakaran RS yang Tewaskan Pasien COVID-19
AP
Dunia

Kedutaan Besar AS di Moskow mengungkapkan Presiden Rusia Putin telah menjalin percakapan dengan Presiden Trump pada 7 Mei lalu. Disebutkan bahwa Putin meminta bantuan AS terkait penanganan wabah COVID-19 di Rusia.

WowKeren - Amerika Serikat dilaporkan akan mulai mengirimkan bantuan 200 ventilator medis ke Rusia. Saat ini Rusia diketahui menjadi negara kedua di bawah AS yang memiliki kasus virus corona (COVID-19) tertinggi di dunia.

Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Moskow mengungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menjalin percakapan dengan Presiden Donald Trump pada 7 Mei lalu. Dalam pembicaraannya, Putin meminta bantuan AS terkait penanganan wabah COVID-19 di Rusia.

Trump pun menjanjikan bantuan 200 ventilator untuk Rusia. Menurut Kedubes AS di Moskow, sebanyak 50 ventilator dijadwalkan dikirim pada Rabu (20/5). Sedangkan 150 sisanya akan siap tak lama setelah pengiriman tersebut.

Situasi ini tentunya berbanding terbalik, mengingat sebelumnya Rusia menjadi pihak yang mengekspor ventilator ke AS. Namun belakangan diketahui bahwa Rusia kembali menarik ventilator yang mereka kirimkan ke negeri Paman Sam tersebut usai insiden kebakaran di Rumah Sakit St. George di St. Petersburgh yang menewaskan lima pasien COVID-19.

Diketahui, kebakaran terjadi akibat kerusakan listrik. Diduga, listik kelebihan beban karena banyak ventilator yang dipasang di saat bersamaan. Kasus ini tengah diselidiki oleh Komisi Penyidik Rusia atas dugaan kejahatan berat.


Dikutip dari kantor berita lokal Rusia, seorang sumber mengatakan bahwa kobaran api meletus setelah ventilator yang digunakan untuk membantu pasien COVID-19 yang sakit parah meledak terbakar di bangsal. Kebakaran serupa yang disebabkan oleh model ventilator yang sama, diketahui juga menewaskan satu orang di sebuah rumah sakit di Moskow di pekan sebelumnya.

Roszdravnadzor, pengawas kesehatan Rusia, mengatakan akan memeriksa kualitas dan keamanan ventilator di dua rumah sakit. Rumah sakit di St. Petersburg mengatakan akan berhenti menggunakan model yang dipermasalahkan untuk saat ini.

Model ventilator yang dimaksud adalah Aventa-M, yang dikirim ke Amerika Serikat pada awal April untuk membantu negara tersebut mengatasi pandemi virus corona, dan dibuat oleh perusahaan yang berada di bawah tinjauan AS. Pabrik Rekayasa Instrumen Ural (UPZ) di Chelyabinsk, mengkonfirmasi bahwa Aventa-M adalah salah satu produknya dan telah dipasok ke Rumah Sakit St. George.

Rusia sendiri memiliki persediaan ventilator yang memadai, dan telah meningkatkan produksi dalam negeri sejak wabah corona merebak. Pakar data dan beberapa petugas medis mengatakan banyak mesin yang digunakan di luar kota-kota besar Rusia sudah tua. Tetapi kantor berita TASS mengatakan ventilator di St. Petersburg itu baru dan telah dipasang bulan Mei ini.

Saat ini Rusia memiliki 299,941 kasus COVID-19. Jumlah korban meninggal akibat virus tersebut telah mencapai sedikitnya 2,837 jiwa. Sejumlah pejabat Rusia turut terinfeksi COVID-19, termasuk juru bicara Putin, Dmitry Peskov.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait