Sarah Keihl Dibully Saldo Nol Rupiah, Masa Kecil Miskin-Rumah Nyaris Dibakar Terkuak
Selebriti
Sarah Keihl Lelang Keperawanan

Sarah Keihl disindir lelang keperawanan lantaran sudah tak punya uang. Namun dibalik sosoknya yang viral, Sarah pernah harus banting tulang dan menjalani masa kecil yang cukup miris.

WowKeren - Sarah Keihl jadi sorotan saat mengunggah video sarkasme "Lelang Keperawanan" demi donasi peduli korban Corona. Namun video itu malah menuai hujatan karena banyak pihak tak paham dengan maksud Sarah.

"Saya tahu cara yang saya lakukan ini salah dan seketika, ketika saya meng-upload video itu, saya langsung men-take down karena orangtua saya pun memaki-maki saya karena tidak sampai atas sarkas yang saya buat," kata Sarah. "Karena analisis yang saya lakukan sebelumnya tidak bisa sampai di masyarakat dengan baik. Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tahu, walaupun niat saya baik, namun ketika caranya salah, akan tetap menjadi salah."


Bukan cuma itu, Sarah juga disindir soal candaan saldo nol rupiah. Netter meledek Sarah kena karma karena mengaku-ngaku tak punya uang.

"Oh ini sebabnya lelang keperawanannya," seru netter. "Ehh beneran kejadian skrg lagi susah wkwkwkw," seru yang lainnya.

Meski dicibir netizen, Sarah sebenarnya sosok wanita pekerja keras. Ia sejak kecil sudah diajari untuk mandiri oleh orangtuanya.

Diakui Sarah, ia berasal dari keluarga yang cukup mampu. Namun bukan karena tajir dari lahir, ayah Sarah menuai banting tulang karena telah ditinggal oleh kedua orangtuanya sejak kecil.

"Jadi dia (ayah saya) bener-bener struggle (kesulitan) dan biayai sekolah sendiri hingga jadi sukses," kata Sarah. "Nikah sama mama aku udah punya rumah, mobil. Pokoknya dalam keadaan keluarga berada."

Ayah Sarah sempat bekerja di perusahaan besar di Indonesia dan sempat ditugaskan ke Malaysia dan Singapura. Namun kehidupan Sarah berubah drastis ketika perusahaan tempat ayahnya bekerja mengalami kebangkrutan.

"Kita pindah ke Malang, ngerintis dari nol lagi, papahku buka usaha tekstil," kata Sarah. Sadar dengan kondisi keluarga, Sarah yang masih sangat belia juga ikut membantu sang ayah berjualan.

"Waktu ada orang yang datang mau beli, kalau aku yang jaga, pembelinya suka nanya, 'Yang jual mana, orang tuanya mana', mereka kaya kaget gitu. Jadi aku bisa, aku dapat selling banyak juga," kata Sarah. "Aku jualan binder, terus ikutan lomba jadi model. Awalnya kalah, tapi aku usaha terus sampai juara. Hadiahnya waktu itu Rp500 ribu-2 juta, senang banget bisa menghasilkan (uang buat) keluarga sendiri. Aku pernah ngerasain nggak punya uang, jual jepitan (rambut). Bahkan papah aku bilang, kalau misalnya kamu butuh sesuatu yang lebih, ya kamu (harus) kerja (keras)."

Yang tak kalah miris, rumah keluarga Sarah juga nyaris dibakar warga tanpa diketahui penyebabnya. "(Waktu itu) teman aku lagi kecelakaan, aku nganterin dia, jadi posisinya aku ada di RS. Terus mama aku telpon, 'Halo Sar, jangan pulang, rumah kita dikepung'. Hah dikepung apa? Aku bingung juga kan. (Terus mama bilang) rumah kita mau dibakar," kata Sarah.

(wk/riaw)

You can share this post!

Related Posts