Suga BTS Bahas Soal Produksi Mixtape 'D-2' Dan Ide Menarik Di Balik Konsep MV 'Daechwita'
Musik

Suga baru-baru ini duduk untuk wawancara dan membicarakan mixtape barunya. Rapper BTS itu merilis mixtape keduanya bertajuk 'D-2' pada 22 Mei lalu di bawah nama rappernya Agust D.

WowKeren - Salah satu member Bangtan Boys (BTS), Suga baru-baru ini duduk untuk wawancara dan membicarakan mixtape barunya. Rapper itu merilis mixtape keduanya bertajuk "D-2" pada 22 Mei lalu di bawah nama rappernya Agust D. Dia kini berbagi wawancara dari set MV-nya untuk lagu utama, "Daechwita".

"Aku senang mengerjakannya," katanya ketika dia memperkenalkan mixtape barunya. "Seharusnya ini dirilis tahun lalu, tapi aku menghabiskan lebih banyak waktu mengeditnya. Aku pikir membuat mixtape itu lebih dari pekerjaan yang diselesaikan."


Suga kemudian menjelaskan bahwa ada prioritas lain dan dia ingin memasukkan banyak lagu ke dalamnya. Pemilik nama asli Min Yoongi itu juga membeberkan alasannya menginginkan satu set yang terlihat seperti drama sejarah dalam MV "Daechwita".

"Ini cocok dengan lagunya dan aku menyukai drama sejarah sejak aku masih kecil," ungkap Suga dengan tertawa. "Aku sudah sering menggunakan suara tradisional Korea dalam musikku jadi aku suka memikirkan 'aku mungkin harus mengurangi itu, aku harus meringkasnya di sini'."

Dia berkomentar bahwa bekas luka di wajahnya adalah idenya sendiri, dan itu adalah bagian dari tujuannya untuk membuat MV terlihat memuaskan secara visual. Suga juga berbagi bahwa ia ingin menunjukkan kontras yang menarik di MV dengan menggabungkan tradisional dan modern, seperti Agust D modern yang melayang mobilnya di set tradisional.

Suga juga melakukan tarian pedang di MV, dan dia berbagi bahwa ini adalah pertama kalinya dia melakukannya. Dia juga menjelaskan bahwa ketika mereka sedang menyiapkan alat peraga, dia telah melakukan penelitian terhadap jenis pedang yang dia inginkan (sebuah hwando era Joseon), mengumpulkan 20 tautan, dan mengirim mereka ke perusahaan untuk membawakannya satu.

"Jadi aku menggunakan hwando yang dibuat oleh pengrajin pedang sungguhan," ungkapnya. "Ah, berat sekali, jadi agak sulit. Jadi kami mengubah bilah menjadi aluminium. Begitulah caraku melakukannya, itu menyenangkan. Aku suka mencoba hal-hal baru, yang harus kulakukan banyak kali ini."

(wk/putr)

You can share this post!

Related Posts