Logo Sub-Unit Irene dan Seulgi Red Velvet Ternyata Sama Persis dengan Brand Ini
Musik

Sebuah postingan di situs komunitas online menyoroti kemiripan logo sub unit dengan brand Joseph and Stacey di mana logo mereka memang sama persis berupa gabungan huruf 'I' dan 'S'.

WowKeren - Debut pada 2014, Red Velvet akhirnya menghadirkan sub unit pertama mereka yang beranggotakan Irene dan Seulgi. Pada 27 Mei lalu, SM Entertainment mengkonfirmasi debut mereka Juni mendatang.

Bersamaan dengan konfirmasi debut Irene dan Seulgi sebagai sub unit, SM Entertainment juga merilis logo khusus untuk duo tersebut. Logo ini berupa tanda "&" yang seolah memuat huruf "I" dan "S" di dalamnya yang merupakan inisial kedua membernya.


Sebuah postingan di situs komunitas online Pann menyoroti kemiripan logo tersebut dengan brand Joseph and Stacey. Pada foto-foto yang dimuat dalam postingan, tampak kalau logo mereka memang sama persis berupa gabungan huruf "I" dan "S".

Postingan ini tentu saja menjadi pembicaraan serta menuai perhatian dari para netizen. Mereka juga melontarkan beragam komentar menanggapi kemiripan logo sub unit Irene dan Seulgi dengan brand Joseph and Stacey.

Logo Sub-Unit Irene dan Seulgi Red Velvet Ternyata Sama Persis dengan Brand Ini

Source: Pann

"Untuk seseorang yang bahkan membuat tagar trending atas nama julukan fandom, kenapa kalian tiba-tiba sangat toleran terhadap ini? Haha. Siapa pun akan bilang kalau kedua logo ini persis sama."

"Tapi Aku pikir SM sudah mendapat izin atau membeli logo ini... Orang-orang ini benar-benar sangat teliti."

"Ini adalah logo brand lain, haha (menyertakan foto logo Of Mice and Men) Ada begitu banyak brand yang menggunakan simbol '&'. Lebih jauh, inisial Irene dan Seulgi adalah S dan I, jadi yang terpenting di sini adalah kalian dapat melihat inisial Red Velvet R dan V melaluinya."

"Hah? Tapi itu sangat mirip."

"Lihatlah kemunafikan orang-orang yang memperebutkan 'Lovie' (masalah yang sama dengan komentar pertama)."

"Brand itu juga harus melalui pemrosesan merek dagang. Perusahaan mungkin mempertimbangkannya. Jika bermasalah, brand itu hanya perlu berbicara."

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts