Rusia Klaim Ventilator Buatan AS adalah yang Terbaik di Dunia
AP
Dunia
Pandemi Virus Corona

Juru bicara Kedutaan Besar AS di Moskow memuji ventilator buatan Amerika Serikat usai Rusia menerima bantuan kemanusiaan berupa 200 ventilator untuk menangani pandemi corona.

WowKeren - Rusia dilaporkan kembali menerima bantuan 150 ventilator dari Amerika Serikat (AS) untuk menangani virus corona (COVID-19) pada Kamis (4/6) waktu setempat. Bantuan ini menyusul 50 ventilator yang sebelumnya dikirimkan AS ke Rusia pada bulan Mei lalu. Pemerintah Rusia lantas mengklaim bahwa ventilator buatan AS adalah yang terbaik di dunia.

Dikutip dari Reuters pada Jumat (5/6), juru bicara Kedutaan Besar AS di Moskow Rebecca Ross mengatakan ventilator itu merupakan bantuan kemanusiaan dari rakyat Amerika untuk warga Rusia. "Ventilator buatan AS ini merupakan kualitas terbaik di dunia, dibuat untuk memenuhi spesifikasi teknis lokal, lengkap dengan instruksi berbahasa Rusia dan siap digunakan," tuturnya.

Pada 21 Me lalu, AS telah mengirim bantuan 50 ventilator kepada Rusia. Dengan demikian Washington sudah memberikan 200 ventilator. Menurut Ross, jika dinominalkan bantuan itu setara dengan USD 5,6 juta.

Sebelumnya, Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Moskow mengungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menjalin percakapan dengan Presiden Donald Trump pada 7 Mei lalu. Dalam pembicaraannya, Putin meminta bantuan AS terkait penanganan wabah COVID-19 di Rusia lewat pengiriman 200 ventilator tersebut.


Situasi ini tentunya berbanding terbalik, mengingat sebelumnya Rusia menjadi pihak yang mengekspor ventilator ke AS. Namun belakangan diketahui bahwa Rusia kembali menarik ventilator yang mereka kirimkan ke negeri Paman Sam tersebut usai insiden kebakaran di Rumah Sakit St. George di St. Petersburg yang menewaskan lima pasien COVID-19.

Diketahui, kebakaran terjadi akibat kerusakan listrik. Diduga, listik kelebihan beban karena banyak ventilator yang dipasang di saat bersamaan. Kasus ini tengah diselidiki oleh Komisi Penyidik Rusia atas dugaan kejahatan berat.

Dikutip dari kantor berita lokal Rusia, seorang sumber mengatakan bahwa kobaran api meletus setelah ventilator yang digunakan untuk membantu pasien COVID-19 yang sakit parah meledak terbakar di bangsal. Kebakaran serupa yang disebabkan oleh model ventilator yang sama, diketahui juga menewaskan satu orang di sebuah rumah sakit di Moskow di pekan sebelumnya.

Rusia sendiri sebenarnya memiliki persediaan ventilator yang memadai, dan telah meningkatkan produksi dalam negeri sejak wabah corona merebak. Namun pakar data dan beberapa petugas medis mengatakan banyak mesin yang digunakan di luar kota-kota besar Rusia sudah tua. Dengan insiden kebakaran tersebut, kini Rusia memilih untuk mengekspor ventilator dari AS.

Sementara itu, saat ini Rusia menempati posisi ketiga sebagai negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di dunia. Rusia telah mencatatkan 441,108 kasus COVID-19, dengan jumlah korban meninggal akibat virus tersebut telah mencapai sedikitnya 5,384 jiwa. Sejumlah pejabat Rusia turut terinfeksi COVID-19, termasuk juru bicara Putin, Dmitry Peskov.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts