Hingga kini Italia menjadi salah satu negara yang dibuat porak-poranda oleh wabah virus Corona. Bergamo, Italia Utara menjadi wilayah yang benar-benar mengalami krisis kesehatan akibat Corona.
- Elvariza Opita
- Selasa, 09 Juni 2020 - 11:13 WIB
WowKeren - Italia menjadi salah satu negara yang benar-benar terpukul oleh pandemi virus Corona. Beberapa waktu lalu laju penularannya begitu tinggi dan sampai saat ini bahkan angka total kematiannya termasuk yang tertinggi di dunia, yakni mencapai 33.964 orang.
Diantara berbagai daerah di Italia, Bergamo yang terletak di bagian utara negara itu merupakan yang paling parah. Namun belakangan terungkap sekitar 57 persen warganya sudah mengembangkan kekebalan tubuh alias antibodi untuk melawan infeksi virus Corona.
Data ini didapat dari 9.965 warga Bergamo yang menjalani tes darah pada rentang 23 April sampai 3 Juni 2020. Warga yang menjadi objek percobaan pun dipilih secara acak dan diklaim akurat untuk mewakili situasi penyebaran wabah COVID-19 di daerah tersebut.
Lantas apa makna dari angka ini? Tentu masih segar diingatan perihal herd immunity yang disebut-sebut menjadi solusi mengatasi wabah virus Corona di tengah ketidakpastian soal produksi vaksin.
Setidaknya harus ada 60 persen warga yang mengembangkan antibodi ini baru strategi herd immunity dianggap berhasil. Namun demikian otoritas Bergamo menampik data yang ada menunjukkan adanya potensi penerapan strategi herd immunity.
Dalam pernyataan terpisah, otoritas kesehatan Bergamo menyebut mereka yang menjadi sampel dalam penelitian berada di lingkungan yang sangat terdampak oleh virus. Saat ini kebanyakan dari mereka telah berada dalam karantina.
Di sisi lain, data temuan antibodi itu juga menunjukkan seberapa banyak warga yang terinfeksi virus Corona di Bergamo. Dengan metode penelitian yang sama, "hanya" sekitar 30 persen dari 10.404 tenaga medis yang dites positif antibodi Corona meski mereka sebenarnya dalam risiko besar tertular.
Sejauh ini Italia sudah berhasil mengendalikan wabah virus Corona di negaranya dan perlahan-lahan mencabut lockdown yang sempat diterapkan. Tampaknya keberhasilan pengendalian pandemi pun tak lepas dari kebijakan lockdown ketat yang diterapkan pemerintah Italia, yang dalam riset terbaru di Inggris terbukti "menyelamatkan" hingga 3 juta nyawa warga Eropa.
(wk/elva)