Imbas Kicauan 'Tak Peka' Soal Black Lives Matter, CEO CrossFit Panen Pemutusan Hubungan Kerja
Dunia

Cuitan 'tidak peka' yang disampaikan oleh CEO CrossFit Greg Glassman terkait Black Lives Matter rupanya menimbulkan petaka untuk dirinya sendiri. Pasalnya, sejumlah brand dan sponsor memutuskan kerjasama akibat cuitan tersebut.

WowKeren - Gerakan Black Lives Matter (BLM) hingga saat ini masih digencarkan oleh seluruh warga di dunia. Gerakan ini dilakukan usai kematian seorang pria kulit hitam George Floyd di tangan petugas polisi Minneapolis, Amerika Serikat.

Sayangnya, masih ada sejumlah orang yang tak peka terhadap persoalan rasisme dan gerakan BLM ini. Seperti CEO CrossFit Greg Glassman yang dengan tidak pekanya menulis kicauan di akun Twitternya.

Hal ini bermula dari cuitan Institute for Health Metrics and Evaluation yang menyebutkan rasisme dan diskriminasi adalah masalah kesehatan masyarakat kritis yang menuntut tanggapan segera. Postingan yang dibuat pada 7 Juni lalu itu kemudian mendapatkan balasan dari Glassman pada hari yang sama. "Ini FLOYD-19," cuitnya singkat.

Kalimat pendek itu merujuk pada gaya penulisan COVID-19 sebagai virus yang telah merusak tatanan dunia selama enam bulan terakhir. Akibatnya, anggota komunitas CrossFit segera mempermasalahkan tweet tersebut. Tanggapan terhadap tweet dari para penggemar kebugaran menyebut pernyataan itu tidak peka, bahkan menjijikkan, dan rasis.

Imbas Kicauan \'Tak Peka\' Soal Black Lives Matter, CEO CrossFit Panen Pemutusan Hubungan Kerja

Twitter

Hal ini tentunya membuat sejumlah brand pendukung, pusat kebugaran, dan para atlet yang selama ini berafiliasi dengan CrossFit memutuskan kerjasama dengan merek program kebugaran tersebut. Tak hanya itu, banyak yang mendesak afiliasi dan sponsor untuk menghentikan kemitraan dengan merek CrossFit.


Adapun perusahaan terkemukan seperti Reebok dan atlet pro CrossFit seperti Rich Froning ikut mengecam penyataan CrossFit. Dalam sebuah pernyataan kepada Footwear News, Reebok mengatakan, Kemitraan mereka dengan CrossFit HQ akan berakhir akhir tahun ini.

"Baru-baru ini, kami telah berdiskusi mengenai perjanjian baru, namun, mengingat peristiwa baru-baru ini, kami telah membuat keputusan untuk mengakhiri kemitraan kami dengan CrossFit HQ," demikian pernyataan Reebok. Kendati demikian, Reebok masih akan memenuhi kewajiban kontrak yang tersisa di tahun 2020. "Kami berutang ini kepada para peserta, penggemar, dan komunitas CrossFit Games."

Selain Reebok, dalam sebuah pernyataan di video Instagram, atlet profesional CrossFit dan juara empat kali CrossFit Games Rich Froning pun angkat bicara. Dia mengatakan tidak bisa memaafkan atau mendukung komentar Glassman, tetapi masih berinvestasi di komunitas CrossFit yang inklusif.

“Saya pernah bermasalah dengan beberapa keputusan yang dibuat oleh CrossFit selama beberapa tahun terakhir, tapi itu tak seberapa dibandingkan dengan apa yang terjadi sekarang," katanya. "Dan itu membuat saya untuk sulit tetap setia pada kepemimpinan yang membuat pernyataan tak berperasaan, yang mengasingkan dan memecah belah, di saat dibutuhkan persatuan. Meskipun saya sedang mempertimbangkan apa langkah selanjutnya, kami tidak bisa dan tidak akan tahan dengan komentar atau keyakinan ini."

Selain itu, sederet gym yang selama ini berafiliasi dengan CrossFit juga memutuskan kemitraan — dan mengubah nama mereka untuk mengecualikan CrossFit. Dari spreadsheet yang beredar di kalangan komunitas kebugaran itu, menyebutkan pusat kebugaran di seluruh negeri yang menanggalkan nama "CrossFit". Di dalamnya, ada tak kurang dari 50 pusat kebugaran yang akan menanggalkan nama CrossFit.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait