WHO memperingatkan pandemi ini belum mencapai puncaknya, karena jumlah kasus harian global masih meningkat. Bahkan ada lebih dari 100 ribu kasus baru telah dilaporkan sepanjang sembilan dari 10 hari terakhir.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 09 Juni 2020 - 14:06 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa situasi pandemi virus corona semakin memburuk di seluruh dunia. WHO mencatat jumlah tertinggi infeksi virus corona baru setiap hari, termasuk di Amerika.
Dikutip dari The Jakarta Post pada Selasa (9/6), WHO memperingatkan bahwa pandemi virus corona belum mencapai puncaknya, karena jumlah kasus harian secara global masih meningkat. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mendesak seluruh negara untuk melanjutkan upaya penanggulangan.
"Pandemi telah berlangsung selama lebih dari enam bulan, belum saatnya bagi negara mana pun untuk melepaskan diri," ujar Ghebreyesus dalam konferensi pers virtual pada Selasa (9/6). "Meskipun situasi di Eropa membaik, secara global keadaannya memburuk."
Ghebreyesus menambahkan lebih dari 100 ribu kasus baru telah dilaporkan sepanjang sembilan dari 10 hari terakhir. "Kemarin, lebih dari 136.000 kasus dilaporkan, paling banyak dalam satu hari sejauh ini," ungkapnya.
Virus corona telah menewaskan lebih dari 403 ribu orang dari setidaknya tujuh juta yang terinfeksi sejak wabah itu muncul di Tiongkok pada Desember lalu. Setelah Asia Timur, Eropa sempat menjadi pusat penyakit. Namun, kini pusat penyebaran virus corona telah berpindah ke Amerika.
Dia mengatakan bahwa hampir 75 persen kasus datang dari 10 negara, kebanyakan di Amerika dan Asia Selatan. Ghebreyesus mengatakan bahwa di negara-negara di mana situasinya membaik, ancaman terbesar adalah rasa puas diri. Pasalnya, kebanyakan orang secara global masih rentan terhadap infeksi.
"Lebih dari enam bulan dalam pandemi ini, sekarang bukan saatnya bagi negara mana pun untuk melepas pijakannya," imbuhnya.
Brasil saat ini menjadi salah satu episentrum pandemi virus corona dengan jumlah kasus tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Jumlah kematian akibat virus corona di Brasil pekan lalu meningkat melampaui Italia.
Seorang ahli epidemiologi WHO, Maria van Kerkhove mengatakan, pendekatan komprehensif sangat penting di Amerika Selatan. Lebih dari 7 juta orang telah dilaporkan terinfeksi virus corona secara global, dan lebih dari 400 ribu meninggal dunia. "Ini masih jauh dari selesai," ujar van Kerkhove.
Van Kerkhove mengatakan, banyak negara yang melakukan pelacakan kontak telah mengidentifikasi kasus tanpa gejala. Mereka tidak menemukan bahwa kasus tanpa gejala tidak menyebabkan penyebaran virus lebih lanjut. "Ini sangat jarang terjadi," imbuhnya lagi.
Kepala Kedaruratan WHO, Mike Ryan, menyerukan agar seluruh dunia fokus untuk mempersiapkan datangnya gelombang kedua penyebaran virus corona. "Saya pikir ini adalah saat yang memprihatinkan," kata Ryan.
(wk/luth)