Pangeran Arab Saudi Dikabarkan Meninggal Dunia, Karena Corona?
Dunia

Salah satu pangeran Arab Saudi, Saud bin Abdullah Bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud meninggal dunia pada Kamis (2/9) lalu. Terkait penyebab kematian sang pangeran diduga karena virus corona (COVID-19).

WowKeren - Kabar mengejutkan datang dari Arab Saudi. Salah satu pangeran, Saud bin Abdullah Bin Faisal bin Abdulaziz Al Saud dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (2/6) lalu diduga terjangkit virus corona (COVID-19).

Dilaporkan oleh Saudi Press Agency (SPA), Saudi Royal Court mengonfirmasi kematian Pangeran Saudi tersebut. Namun, hingga saat ini penyebab meninggalnya parengan Saud masih belum diumumkan.

Dilansir Saudi Leaks, Direktur Penanganan Penyakit Menular Masyarakat Saudi, Nezar Bahabri membenarkan bahwa lebih dari 1.200 pasien infeksi virus corona kritis sedang dirawat di kerajaan dengan ventilator. "Situasi di Jeddah dan Riyadh sangat memprihatinkan. Kami tidak mengharapkan kasus kritis mencapai angka ini," kata Bahabri dalam cuplikan video dilansir dari Middle East Monitor.

"Saya selalu optimis dan menyerukan agar tidak khawatir terhadap peningkatan jumlah, tetapi pada saat itu, jumlah kasus kritis tidak melebihi beberapa ratus," imbuhnya.


Bahabri menduga lonjakan kasus terjadi akibat peningkatan kontak sosial selama perayaan Idul Fitri pada 25 Mei. Ia mengatakan pasien yang dia tangani mengalami gejala menjelang akhir Ramadhan dan hari-hari pertama Idul Fitri.

Menurut laporan The New York Post pada April lalu, sebanyak 150 anggota Kerajaan Arab Saudi dinyatakan positif virus corona. Saat itu Raja Salman yang berusia 84 tahun diisolasi di sebuah tempat di dekat Kota Jeddah.

Sedangkan anaknya yang merupakan Putra Mahkota, Pangeran Muhammad bin Salman (34) serta sejumlah menteri dikarantina di sebuah tempat di dekat Laut Merah. Keponakan Raja Salman, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud (70) dilaporkan positif virus corona. Saat ini ia menjabat sebagai Gubernur Riyadh.

Sementara itu, Arab Saudi saat ini kembali menutup 71 masjid di sejumlah wilayah. Hal ini dilakukan setelah Arab Saudi mencatat kasus infeksi virus corona (COVID-19) terjadi di dalam masjid.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait