Pihak Kemenkes Brasil mengatakan metoodologi dan penghitungan data hanya akan tersedia di situs resmi kementerian. Data dari Kemenkes merupakan sumber yang digunakan untuk menghitung statistik virus.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 10 Juni 2020 - 13:58 WIB
WowKeren - Brasil kembali menyediakan data akumulasi kasus penularan virus corona (COVID-19) setelah menuai kritik dari banyak pihak dan dilakukan lakukan manipulasi. Dilansir CNN pada Rabu (10/6), Kementerian Kesehatan Brasil pada Senin (8/6) mengatakan pihaknya akan kembali mengungkap data kasus COVID-19 per harinya.
Namun pihak Kemenkes Brasil mengatakan metoodologi dan penghitungan data hanya akan tersedia di situs resmi kementerian pada Selasa (9/6). Data dari Kementerian Kesehatan sendiri merupakan sumber yang digunakan untuk menghitung statistik virus secara nasional.
Seperti yang diketahui, pekan lalu kementerian ini menunda penghitungan angka terjangkit dan kematian harian sekitar dua jam setengah, sebelum pukul 22.00 waktu setempat. Selanjutnya kementerian mulai berhenti menerbitkan jumlah total kematian dan terjangkit. Pemerintah hanya merilis angka kasus selama 24 jam terakhir dari negara yang memiliki populasi 212 juta orang.
Pada Minggu (7/6) Kementerian merilis dua data harian yang berbeda tanpa menjelaskan atau menunjukkan data mana yang benar. Keesokan harinya baru diketahui jika beberapa data yang diberikan oleh pejabat kesehatan negara termasuk duplikat.
Kementerian itu juga mengadopsi metodologi dan situs web baru, di mana para korban akan dihitung pada hari mereka meninggal, daripada pada hari pengujian anumerta mengkonfirmasi diagnosis COVID-19.
Bukan hanya itu, sebelumnya Presiden Jair Bolsonaro melalui akun Twitter pribadinya mengatakan jika data pandemi corona tidak mewakili kondisi sebenarnya di lapangan. Ia juga tidak mengungkapkan lebih jelas alasan di balik penghapusan data COVID-19.
"Data kumulatif tidak mencerminkan bahwa sebagian besar (pasien) tidak lagi memiliki penyakit, (data itu) tidak menggambarkan situasi negara. Tindakan lain sedang dikerjakan untuk meningkatkan pemberitahuan kasus dan konfirmasi diagnostik," tulis Bolsonaro melalui akun Twitternya.
Keputusan ini menuai kritik dari banyak pihak, termasuk anggota kongres dan jurnalis. Penghapusan data corona dilakukan setelah Brasil melaporkan lebih dari 1,000 kematian harian dalam waktu empat hari bertutur-turut.
Kementerian kesehatan Brasil saat ini dijalankan oleh seorang menteri sementara, setelah dua menteri pendahulunya digulingkan saat pertengahan pandemi setelah mengalami perselisihan dengan Bolsonaro.
Kini Brasil berada di posisi kedua, setelah Amerika Serikat atas kasus terjangkit terbanyak secara global. Hingga berita ini dirilis, Brasil memiliki 742,084 kasus COVID-19, dengan sebanyak 38,497 kematian dan 325,602 pasien berhasil sembuh.
(wk/luth)