Pengacara dari Thomas Lane, salah satu eks polisi yang bertanggung jawab atas kematian George Floyd membeberkan sebuah bukti mengejutkan yang diyakini bisa membebaskan kliennya dari jerat hukum.
- Elvariza Opita
- Rabu, 10 Juni 2020 - 15:05 WIB
WowKeren - Kasus rasisme berujung kematian yang menimpa George Floyd (46) terus bergulir. Diketahui keempat mantan anggota Kepolisian Minneapolis, Amerika Serikat, sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan dakwaan pembunuhan tingkat dua.
Kini giliran pengacara setiap tersangka untuk memberikan pembelaan demi meringankan hukuman yang ada. Menanggapi hal tersebut, Earl Gray selaku pengacara yang mewakili eks polisi Thomas Lane mengaku memiliki bukti yang diyakini bisa meringankan beban sanksi kliennya.
Gray, seperti dilansir dari pernyataannya di Cuomo Prime Time, justru berbalik menyalahkan "kejanggalan" tindakan Floyd ketika didekati Lane. Sebab kala itu Floyd terlihat bersikeras tak mau keluar dari mobil ketika dihentikan polisi.
Peran Lane dalam insiden tersebut, imbuh Gray, hanya sebatas meminta Floyd untuk keluar dari mobil. Hanya saja kala itu Floyd justru menolak dan bersikap seperti hendak meraih senjata ataupun menyembunyikan obat terlarang.
"Dia tidak menunjukkan tangannya (ketika diminta menunjukkan), melainkan menyembunyikannya di bawah tempat duduk," tutur Gray, dilansir pada Rabu (10/6). "Dan itu menunjukkan suatu bukti jelas bahwa dia mungkin akan mencoba meraih senjata atau menyembunyikan obat terlarang."
Melihat tindak-tanduk mencurigakan itu, Lane pun mengeluarkan senjatanya. Namun ketika melihat Floyd bisa bekerjasama dengan pihak kepolisian, Lane pun mengembalikan senjatanya ke tempat semula.
"Mereka kemudian membawa Floyd keluar dari kendaraannya karena hendak menahan pria itu," papar Gray. "Namun dia menolak keluar sampai akhirnya mereka berhasil mengeluarkan dia dari mobilnya."
Gray pun berbalik "menyalahkan" Floyd yang enggan berkompromi dengan perintah polisi. "Itu memang bukan penolakan keras, tetapi seharusnya dia keluar dari kendaraan dan mengikuti perintah petugas polisi. Namun dia tidak melakukannya," ungkap Gray.
Gray juga meyakini, bila video kejadian disaksikan secara utuh dan teliti, akan tampak Lane yang sebenarnya tidak terlibat apa-apa dalam peristiwa ini. Sebab kliennya hanya bertindak sebagaimana prosedur kepolisian untuk menangkap pelaku kejahatan.
"Terutama jika seseorang yang ditangkap berada dalam pengaruh beberapa jenis obat," pungkas Gray. "Yang terlihat jelas dalam situasi penangkapan ini."
(wk/elva)