Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menarik staf konsulat beserta keluarganya pada akhir Januari setelah pemerintah Tiongkok melakukan lockdown kota itu untuk mencegah penyebaran virus corona.
- Luthfiatun Nisa
- Rabu, 10 Juni 2020 - 20:43 WIB
WowKeren - Amerika Serikat akan kembali membuka kantor konsulatnya di Wuhan, Tiongkok, setelah ditutup selama kurang lebih tiga bulan karena pandemi virus corona (COVID-19). Pengumuman ini disampaikan secara langsung oleh Kementerian Luar Negeri AS yang rencananya akan diteruskan pada Kongres.
"Kementerian Luar Negeri berencana melanjutkan operasi kantor konsulat pada atau sekitar 22 Juni 2020 meski jadwal operasional masih bisa diubah berdasarkan perkembangan kondisi," kata Asisten Menlu AS untuk Urusan Legislatif, Mary Elizabeth Taylor, dalam notifikasi kepada Kongres pada Selasa (9/6) waktu setempat.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menarik staf konsulat beserta keluarganya pada akhir Januari setelah pemerintah Tiongkok melakukan lockdown kota itu untuk mencegah penyebaran virus. Kini, Wuhan telah mencabut pembatasan dan warganya dibolehkan untuk beraktivitas kembali.
Dalam pengumuman itu, Kemlu AS juga mencatat bahwa pada saat ini kondisi di Tiongkok secara umum, dan Provinsi Hubei secara khusus, telah meningkat sedemikian rupa sehingga melanjutkan misi diplomatik di Wuhan merupakan sebuah langkah yang tepat.
Terlebih, saat ini, relasi Tiongkok-AS kian merenggang sehingga dinilai cukup krusial untuk melanjutkan misi diplomatik di Negeri Tirai Bambu. "Pada titik kritis dalam hubungan Tiongkok-AS saat ini, sangat penting jika posisi diplomatik kami di Tiongkok terus dikelola," lanjut Taylor menambahkan.
Diketahui, Wuhan sendiri dinyatakan sebagai kota yang aman dari virus corona setelah dilakukan pengujian terhadap 10 juta penduduknya. Dari hasil pengujian, ditemukan 300 kasus positif tanpa gejala.
Sementara, dari 1.174 orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien virus corona hasil tesnya negatif. Wakil Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok, Feng Zijian, mengatakan hasil tes massal tersebut memberikan ketenangan kepada penduduk Wuhan.
"Itu tidak hanya membuat orang-orang Wuhan merasa tenang, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri orang-orang di seluruh Tiongkok," ujar Feng.
Anggota tim ahli Komisi Kesehatan Nasional, Li Lanjuan, mengatakan bahwa Wuhan telah menyelesaikan 9,9 juta tes dari 14 Mei hingga 1 Juni. Jika jumlah pengujian sebelumnya digabungkan maka 11 juta penduduk Wuhan telah dites virus corona. "Kota Wuhan aman," ujar Li.
(wk/luth)