Surabaya Siapkan Protokol Kesehatan Jelang New Normal, Bagaimana Nasib Tempat Hiburan Malam?
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut terkait hal ini.

WowKeren - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memaksa sejumlah tempat hiburan untuk tutup, tak terkecuali tempat hiburan malam. Saat PSBB disetop dan memasuki masa transisi untuk menuju new normal, sederet protokol kesehatan pun disiapkan untuk mencegah penularan COVID-19.

Terkait pembukaan tempat hiburan malam, Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan pihaknya akan melakukan kajian lebih lanjut. Sebab, hal ini perlu dikoordinasikan dengan sejumlah pihak.

"Untuk tempat hiburan malam, teman-teman Dinas Pariwisata akan mengundang para pakar kesehatan," kata Irvan di Balai Kota Surabaya, Rabu (10/6). "Termasuk juga akademisi. Seperti apa polanya."

Pemkot Surabaya tengah memantapkan Perwali yang lebih detail dalam penerapan protokol kesehatan untuk menyambut new normal. Dalam Perwali ini, pemkot Surabaya mewajibkan setiap pemilik usaha untuk menjalankan protokol kesehatan. Ia mengatakan jika masing-masing tempat usaha harus membentuk satgas untuk memastikan penegakan protokol kesehatan ini.


"Pada intinya, dalam perwali ini titik beratnya adalah bahwa di setiap tempat usaha, tempat kerja, tempat badan usaha atau apapun," lanjut Irvan. "Kita minta mereka membuat satgas yang bisa menegakkan dan menerapkan protokol kesehatan ini dengan benar."

Dalam Perwali tersebut nantinya juga akan ada sanksi bagi siapapun yang melanggar. Sanksi yang diberikan nantinya juga akan bervariasi mulai dari teguran hingga penyitaan KTP.

"Sanksinya ada semua ketika melanggar, Perwali ini mengikat pelaku usaha dan badan usaha," tutur Irvan. "Jadi ketika orang melanggar bisa dikenakan sanksi teguran, kemudian sampe dengan penyitaan KTP."

Surabaya telah menyetop penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) usai 3 periode berjalan. Saat ini, kota ini tengah menjalani masa transisi untuk menuju new normal. Sederet protokol kesehatan ketat pun tengah disiapkan untuk mencegah penularan COVID-19.

Adapun keputusan menerapkan transisi ini di tengah masih tingginya kasus corona di Kota Pahlawan. Sehingga langkah ini dikhawatirkan justru akan membuat beban rumah sakit lebih berat.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts