Profesor penyakit dalam dari Yeungnam University Medical Center menyebut bahwa penemuan itu dapat membantu dokter mengidentifikasi dan memprioritaskan pasien dengan risiko yang paling tinggi sejak awal.
- Luthfiatun Nisa
- Kamis, 11 Juni 2020 - 14:22 WIB
WowKeren - Sebuah riset ilmiah belum lama ini menemukan kondisi tertentu yang memperparah gejala virus corona (COVID-19). Riset ini dikemukakan oleh sejumlah dokter di Korea Selatan yang melakukan penelitian pada sejumlah partisipan positif corona.
Profesor penyakit dalam Yeungnam University Medical Center, Ahn June-hong, menyebut bahwa penemuan itu dapat membantu dokter mengidentifikasi dan memprioritaskan pasien dengan risiko yang paling tinggi sejak awal. Pakar medis dan epidemiolog berusaha mencari tahu faktor yang memperburuk gejala COVID-19 yang kini telah menginfeksi lebih dari 7,3 juta orang di seluruh dunia.
Dalam jurnal yang diterbitkan oleh Journal of Korean Medical Science pada 2 Juni lalu, Ahn dan sejumlah dokter Korea Selatan lainnya menemukan diabetes, tingginya suhu tubuh, rendahnya saturasi oksigen, dan penyakit jantung bawaan menjadi faktor prognostik yang memperparah COVID-19.
"Saya yakin menggunakan faktor-faktor prognostik yang memperparah kondisi pasien COVID-19 akan memberikan para dokter kesempatan untuk menawarkan perawatan terbaik pada pasien risiko tinggi itu sejak awal," kata Ahn, sebagaimana dilansir dari Republika pada Kamis (11/6).
Dalam riset ini, para dokter mengamati 110 pasien virus corona di rumah sakit Daegu, pusat wabah virus corona di Korsel sejak 19 Februari hingga 15 April. Dalam jurnal tersebut dikatakan pasien-pasien yang jauh lebih tua cenderung memiliki diabetes dan saturasi oksigen yang rendah. Professor Ahn juga mengatakan bahwa pasien virus corona yang memiliki setidaknya tiga dari empat faktor prognostik itu mengalami gejala yang parah.
Sementara itu, Korea Selatan telah mencatatkan sebanyak 11,947 kasus positif COVID-19 dengan 45 kasus baru yang dikonfirmasi per Kamis (11/6). Dari angka tersebut, 276 pasien dinyatakan meninggal dunia dan 10,654 pasien dikofirmasi sembuh. Saat ini, Korea Selatan memiliki jumlah kasus aktif sebanyak 1,017 pasien.
Sedangkan secara global, pandemi virus corona telah menginfeksi sebanyak 7,461,841 jiwa dari seluruh dunia. Ada lebih dari 419 ribu orang dinyatakan meninggal dunia akibat virus yang menyebar pertama kali di Wuhan ini. Sedangkan 3,7 juta pasien dinyatakan sembuh dengan kasus aktif mencapai 3,262,469 jiwa.
(wk/luth)