Patung-patung Christopher Colombus di berbagai pusat kota Amerika Serikat dilaporkan rusak, seperti dipenggal kepalanya, karena terkait gerakan pemusnahan simbol rasisme.
- Elvariza Opita
- Kamis, 11 Juni 2020 - 15:54 WIB
WowKeren - Demonstrasi anti-rasisme di Amerika Serikat, yang dipicu oleh kematian George Floyd, terus meluas. Bahkan yang terbaru massa demonstran sampai melakukan aksi yang cukup tak terduga, yakni memenggal kepala patung Christopher Colombus.
Sebagai informasi, Christopher Colombus merupakan tokoh dunia yang menjadi penemu benua Amerika pertama kali. Atas jasanya, patung untuk mengenang sosoknya berdiri kokoh di beberapa daerah AS, termasuk di Boston yang kekinian menjadi "korban pemenggalan".
Dikutip dari AFP, polisi mendapat laporan tentang kerusakan patung itu pada Selasa (9/6) tengah malam kemarin. Investigasi langsung dilakukan namun hingga kini belum ada yang diamankan terkait aksi vandalisme tersebut.
Pemenggalan itu sendiri dikaitkan dengan gerakan pemusnahan berbagai monumen yang terkait dengan aksi rasisme. Dan sosok Colombus sendiri kendati berjasa besar menemukan benua Amerika juga diduga bertanggung jawab atas pemusnahan warga asli benua tersebut.
Terkait dengan aksi vandalisme mengejutkan itu, rupanya masyarakat memberikan respons positif. Beberapa pihak menilai langkah ini memang diperlukan sebagai simbolis perjuangan anti-rasisme di AS.
"Bertepatan dengan demo Black Lives Matter, saya pikir itu hal yang baik untuk memanfaatkan momentum ini," ujar seorang sumber anonim kepada AFP, dilansir pada Kamis (11/6). "Sama seperti orang kulit hitam di negara ini, penduduk asli juga telah dianiaya. Saya pikir gerakan ini sangat kuat dan ini sangat simbolis."
Di sisi lain, Wali Kota Boston, Marty Walsh mengutuk pemenggalan itu. Ia pun menyatakan patung Colombus akan dipindahkan hingga ada keputusan lebih lanjut.
Pengrusakan terhadap patung Colombus ini sendiri tak hanya terjadi di Boston. Tercatat patung serupa di pusat Kota Miami juga dirusak, begitu pula patung Colombus di Richmond, Virginia yang diseret dan ditenggelamkan ke dalam danau.
Sementara itu penyelidikan terhadap kasus yang menewaskan George Floyd terus digelar. Fakta baru terus bermunculan, yang teranyar adalah perihal Floyd dan pembunuhnya, Derek Chauvin, yang rupanya sempat menjadi rekan kerja di sebuah klub malam.
(wk/elva)