Vicky Prasetyo membeberkan cerita mengenai image negatifnya selama bekerja di industri hiburan. Vicky mengaku terpaksa melakukan hal tersebut karena tak punya pilihan lain.
- Amelia Nur Fatimah
- Jumat, 12 Juni 2020 - 14:15 WIB
WowKeren - Vicky Prasetyo merupakan salah satu selebriti yang mengawali kariernya di industri hiburan Tanah Air lewat sejumlah kontroversi. Bahkan di awal kariernya, Vicky sempat dijuluki sebagai raja setting-an. Vicky pun semakin mendapat penilaian negatif dari publik.
Vicky pun akhirnya buka suara soal perjalanan kariernya di dunia hiburan yang penuh dengan setting-an hingga akhirnya membangun image negatif dari dirinya. Hal itu terungkap lewat perbincangannya dengan direktur utama Trans TV dan Trasn7, Atiek Nur Wahyuni. Perbinangan keduanya pun diunggah di channel YouTube milik Atiek.
Vicky pun bercerita awal perjalanan hingga akhirnya memilih untuk berkarier di industri hiburan. Mantan kekasih Zaskia Gotik itu mengaku ada yang menawari akan membuatkannya program jika dirinya mau membagun image kontroversial yang diinginkan penonton.
"Awal-awal saya ikut dengan dunia baru di entertaint, karena kita baru abis dihukum satu tahun lebih, tiba tiba didudukin langsung jadi artis. Terus aku dipanggil Bu sama salah satu eksekutif produser," ungkap Vicky dalam video yang diunggah pada Jumat (12/6). "Dia bilang, 'Vick saya bikinin kamu program, data kamu di saat kau merayu, di saat kamu nggodain ini, yang ini nangis yang ini begitu, kita harus akuin ini share-nya tinggi banget. Tapi di saat kamu ngomongnya bener, ngomong yang filosofi bukan vickynisasi, ini flat share-nya."
Setelah mendapat penjelasan panjang tersebut, Vicky bercerita bahwa dirinya disuruh memilih. Karena saat itu kondisinya sedang terpuruk dan tidak punya pilihan pekerjaan lain, Vicky akhirnya setuju dan mengikuti saran sang produser untuk membangun image kontroversial yang selama ini ia tunjukkan.
"Sekarang saya serahkan ke kamu (Vicky), kamu mau ikut apa kata kemauan industri orang yang nonton apa mau kata kamu," pungkas Vicky menirukan sang produser. "Saya nggak ada pilihan lain bu, saya harus mengikuti. Karena apa, saya nggak bisa bekerja pada saat itu selain pekerjaan ini."
(wk/amel)