Gelar Pertemuan di Hawaii, AS dan Tiongkok Bakal Berunding untuk Redakan Ketegangan
Getty Images
Dunia

Menlu AS Mike Pompeo dilaporkan akan bertemu pejabat senior kebijakan luar negeri Tiongkok, Yang Jiechi. Pertemuan keduanya akan berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Hickam di Pearl Harbor.

WowKeren - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, dilaporkan akan bertemu dengan seorang pejabat tinggi Tiongkok di Hawaii pada Rabu (17/6) waktu setempat, untuk berunding dan meredakan perseteruan antara kedua negara tersebut.

Dilansir dari South China Morning Post, seorang sumber yang tak ingin disebutkan namanya melaporkan bahwa Pompeo akan bertemu pejabat senior kebijakan luar negeri Tiongkok, Yang Jiechi. Dilaporkan bahwa pertemuan keduanya akan berlangsung di Pangkalan Angkatan Udara Hickam di Pearl Harbor.

Hingga kini Kementerian Luar Negeri AS belum mengonfirmasi rencana tersebut. Akan tetapi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian, mengatakan Beijing-Washington terus berkomunikasi meski di masa sulit seperti ini.

"Kedua negara selalu menjaga komunikasi melalui saluran diplomatik," kata Zhao dalam jumpa pers di Beijing pada Selasa (15/6) waktu setempat.

Jika pertemuan Mike Pompeo dan Yang Jiechi terkonfirmasi, maka ini akan menjadi tatap muka pertama antara pejabat senior AS-Tiongkok sejak Januari lalu. Pada Januari lalu, Wakil Perdana Menteri Tiongkok, Liu He, bertemu Presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih untuk menandatangani kesepakatan tahap pertama kesepakatan untuk meredakan perang dagang antara kedua negara.


Namun hubungan antara kedua negara mulai memburuk saat pandemi virus corona (COVID-19) menyebar. Trump bahkan sempat menyebut virus corona sebagai "Chinese Virus" dan menyalahkan Negeri Tirai Bambu atas penyebaran pandemi yang telah menginfeksi lebih dari 7 juta orang di seluruh dunia itu. Ditambah lagi isu Taiwan dan Hong Kong yang menambah ketegangan AS-Tiongkok.

Dalam beberapa waktu terakhir, AS terus meningkatkan tekanan kepada Tiongkok. Pompeo juga meminta Tiongkok untuk mengizinkan penyelidikan ke laboratorium Institut Virologi Wuhan. Seruan dari Mike Pompeo ini muncul setelah Menteri Pertanian Federal Australia, David Littleproud, mendesak penyelidikan ilmiah internasional tentang risiko kesehatan yang terkait dengan pasar basah di Tiongkok.

Pompeo bahkan sempat menuduh bahwa Tiongkok mungkin telah mengetahui virus corona (COVID-19) pada awal November. Tudingannya tersebut menyusul pernyataannya tentang Tiongkok yang dinilainya sama sekali tak transparan soal virus corona dan membuat banyak negara menjadi kesulitan menghadapi pandemi ini.

Pompeo mengatakan Amerika Serikat masih menginginkan lebih banyak informasi dari Tiongkok termasuk sampel asli virus COVID-19 yang terdeteksi di kota metropolitan Wuhan. "Masalah transparansi ini penting bukan hanya sebagai masalah historis untuk memahami apa yang terjadi pada bulan November dan Desember dan Januari, tetapi juga penting hingga hari ini. Ini masih berdampak banyak kehidupan di sini di Amerika Serikat dan, terus terang, di seluruh dunia," tutur Pompeo.

Pemerintah Tiongkok sendiri telah membalas pernyataan Pompeo dan mengatakan bahwa tuduhan Menlu AS tersebut sama sekali tidak berdasar dan sepenuhnya untuk tujuan menyalahkan orang lain. Menurut mereka, komentar Pompeo bertentangan dengan konsensus umum komunitas global. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, mengatakan bahwa negaranya telah memberikan informasi yang tepat waktu kepada dunia dan aktif bekerja sama dengan yang lain.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait