Presiden Joko Widodo (Jokowi) membatalkan agenda blusukannya ke Jawa Tengah pada hari ini (18/6). Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.
- Nidya Putri
- Kamis, 18 Juni 2020 - 15:23 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan kembali melanjutkan agenda blusukannya. Meski pandemi corona belum usai, Jokowi akan tetap melakukan blusukan di beberapa wilayah zona hijau seperti Jawa Tengah.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. "Presiden tetap akan berkunjung ke beberapa daerah hijau dan mengatakan, menyatakan bahwa kita siap bekerja tetapi kita tetap menjaga yang paling utama adalah kesehatan," ujar Pramono.
Namun, baru-baru ini Jokowi diketahui membatalkan agenda blusukan tersebut. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebutkan jika Presiden telah dijadwalkan untuk memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara hari ini (18/6).
"Enggak jadi kunjungan kerja ke luar kota ya. Ditunda," kata Heru. Kendati demikian, ia mengaku belum mengetahui kapan agenda kunjungan kerja akan kembali dijadwalkan. "Belum tahu, minggu depan kali ya," jawabnya.
Sementara itu, pengamat komunikasi politik Kunto Adi Wibowo berpendapat seharusnya Jokowi menunda kegiatan blusukan dan lebih fokus untuk menekan angka kasus COVID-19 yang saat ini terus meningkat. "Mungkin ditahan dululah hobinya ini," kata Kunto.
Lebih lanjut, ia mengatakan jika tujuan Jokowi blusukan demi membangun resiliensi (kemampuan beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit) di zona hijau, hal tersebut tidak akan berpengaruh jika tidak ada program berkelanjutan setelah adanya kunjungan. Justru Jokowi lebih baik memperhatikan daerah yang berstatus zona merah. "Tidak hanya ke daerah-daerah yang sudah hijau tetapi juga daerah-daerah merah, ini yang harus mendapatkan perhatian intens lagi," ujarnya.
Lalu dari sisi kesehatan, seharusnya Jokowi bisa meminta masukan pada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto terkait blusukan tersebut. Dia menilai blusukan sangat berisiko. "Berisiko bagi Presiden Jokowi sendiri," ungkap Kunto.
Seharusnya Jokowi memberikan contoh untuk mengurangi berpergian di tengah pandemi COVID-19. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah penularan COVID-19. "Seharusnya Pak Jokowi memberikan contoh yang baik, terutama krisis kita kan krisis kesehatan, bukan hanya krisis ekonomi gitu, jadi kita coba sembuhkan penyakitnya dulu baru akibatnya kita tangani," paparnya.
Blusukan sendiri menurut Kunto bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan kepercayaan. Tetapi dengan komitmen, Jokowi kata dia sudah menunjukan cintanya pada rakyat. "Terlebih lagi membangun komunikasi yang baik di internal pemerintahan," katanya. "Jangan sampai pernyataan Jokowi dan para menterinya berbeda."
(wk/nidy)