Tanpa Kontak Senjata, Inilah Alasan Pasukan Tiongkok dan India Gunakan Batu untuk Bentrok
Dunia

Meski tidak melakukan kontak senjata apapun, namun bentrokan antara pasukan India dan Tiongkok di perbatasan Himalaya itu tetap memakan puluhan korban jiwa.

WowKeren - Tiongkok dan India terlibat konflik usai tentara mereka saling bentrok di Lembah Galwan, Ladakh, perbatasan Himalaya, pada Senin (15/6) lalu. Tanpa kontak senjata, pasukan Tiongkok dan India rupanya memilih menggunakan batu. Kendati demikian, bentrokan tersebut tetap memakan puluhan korban jiwa.

Terkait bentrok tanpa kontak senjata tersebut, Profesor Jian Zhang selaku pakar kebijakan Tiongkok di UNSW Canberra mengatakan bahwa kedua negara terlibat dalam perjanjian Line of Actual Control (LAC), kesepakatan tidak mengikat mengenai perbatasan sepanjang 3.380 km.

Perjanjian tersebut menyebutkan bahwa kedua belah pihak tidak akan menggunakan kekuatan miiliter dalam konflik perbatasan. Sesuai dengan kesepakatan, para pakar mengatakan tentara dari kedua negara kemudian menggunakan senjata lain termasuk tangan, batu, kayu yang dipasang paku atau kawat berduri.

Dilansir dari Reuters pada Jumat (19/6), Zhang mengatakan penggunaan senjata non-militer menggambarkan keinginan kedua pihak guna menghindari kemungkinan situasi di sana berkembang menjadi konflik militer.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Tiongkok dan India dilaporkan telah melakukan pembicaraan lewat telepon untuk membahas bentrok yang terjadi di Lembah Galwan tersebut. Dalam pembicaraan telepon tersebut, kedua pihak sepakat untuk meredakan ketegangan sesegera mungkin dan menempuh jalan damai.

Menlu Tiongkok Wang Yi dan Menlu India, Subrahmanyan Jaishankar, menyerukan komitmennya untuk menjaga perdamaian di daerah perbatasan. Kedua pihak mengatakan sepakat untuk menurunkan tensi di lapangan dalam waktu dekat dan menjaga perdamaian di daerah perbatasan sesuai kesepakatan yang sejauh ini telah dicapai oleh kedua negara.


Di sisi lain, bentrokan di perbatasan Himalaya terjadi ketika proses penurunan ketegangan tengah berlangsung di Lembah Galwan di daerah Aksai Chin-Ladakh yang disengketakan kedua pihak. Bentrokan di perbatasan Himalaya terjadi ketika proses penurunan ketegangan tengah berlangsung di Lembah Galwan di daerah Aksai Chin-Ladakh yang disengketakan kedua pihak.

Dilaporkan ada sekitar 20 tentara India yang terbunuh dalam bentrok tersebut. Sedangkan di pihak Tiongkok, jumlah korban masih simpang siur. Namun kantor berita setempat menyebut ada 43 korban di pihak Tiongkok, meskipun tidak diketahui pasti berapa yang terluka dan yang terbunuh.

Menurut laporan, dari 20 tentara India yang terbunuh tersebut satu di antaranya merupakan kolonel. Sebelumnya laporan awal menyebut hanya dua tentara India yang tewas. Seorang sumber mengatakan bahwa tidak ada kontak senjata. Kedua pihak melakukan pertarungan langsung di antara dua pihak tentara.

Itu adalah pertama kalinya sejak 1975 Tiongkok dan India terlibat dalam bentrokan militer yang fatal di sepanjang perbatasan kedua negara, meskipun ketegangan perbatasan sudah berlangsung selama lebih dari tujuh dekade. Tiongkok mengklaim wilayah di timur laut India, sementara New Delhi menuduh Beijing menduduki wilayahnya di dataran tinggi Aksai Chin di Himalaya, yang termasuk bagian dari wilayah Ladakh.

Ladakh, lokasi konflik terjadi berada di kawasan Kashmir, adalah daerah yang menjadi rebutan sejak pemisahan kawasan India di tahun 1947 oleh Inggris dalam peristiwa yang dikenal sebagai "Partition". Ada tiga negara penguasa wilayah ini dan semuanya diketahui memiliki senjata nuklir: India, Tiongkok dan Pakistan.

India dan Pakistan sudah berulang kali terlibat konflik berkenaan dengan Kashmir. Namun, terakhir Tiongkok dan India terlibat konflik di wilayah ini adalah sekitar 60 tahun lalu yang diakhiri dengan gencatan senjata pada 1962.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait