Rusia Klaim Hampir 500 Petugas Medis Tewas Akibat COVID-19, Kekurangan APD Jadi Penyebab Utama
Dunia

Selain APD, protokol keamanan dalam menghadapi pandemi juga menjadi masalah di rumah sakit Rusia sehingga semakin banyak petugas medis menjadi korban tewas akibat COVID-19.

WowKeren - Hampir 500 petugas medis di Rusia dilaporkan meninggal dunia karena terpapar virus corona (COVID-19) saat bertugas. Pengumuman tersebut disampaikan oleh kepala Badan Pengawas Kesehatan Rusia, Roszdravnadzor, dalam sebuah pernyataan resmi.

"489 orang tim medis, sayangnya kami kehilangan hampir 500 rekan kami," ujar Alla Samoilova, kepala Roszdravnadzor, sebagaimana dilansir dari CNN pada Jumat (19/6).

Dengan pengumuman ini, Alla Samoilova sekaligus menganulir angka Kementerian Kesehatan pada 26 Mei lalu yang menyebutkan bahwa 101 petugas medis meninggal karena virus corona. Samoilova mengatakan bahwa data yang diberikan Kementerian Kesehatan Rusia tersebut tidak resmi karena hanya berdasarkan pada data yang beredar di internet.

Dalam lanjutan keterangannya, Samoilova mengakui bahwa kekurangan APD tersebut menjadi salah satu faktor tingkat kematian petugas medis begitu tinggi. Namun, ia meyakinkan bahwa saat ini situasi sudah jauh lebih baik.


"Negara memang belum siap saat itu. APD yang tersedia sangat sedikit. Jika saya boleh jujur, memang ada masalah kekurangan pada awalnya. Namun kini, kami sudah tak menerima keluhan petugas medis tak punya APD atau tak bisa mengikuti tes," ucapnya.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui bahwa negaranya memang kesulitan memasok alat pelindung diri (APD) bagi petugas medis. Selain APD, protokol keamanan dalam menghadapi pandemi juga menjadi masalah di rumah sakit Rusia sehingga semakin banyak petugas medis menjadi korban.

"Tak selalu bisa memisahkan zona merah bagi pasien yang terinfeksi karena departemen-departemen di rumah sakit terus mengalami perubahan," tutur Samoilova. "Apa yang pandemi ini ajarkan kepada kami? Pandemi ini mengajarkan bahwa kami harus menciptakan budaya aman di tengah petugas medis."

Terlepas dari hal tersebut, Rusia sendiri telah mencatatkan sebanyak 561,091 kasus COVID-19. Dari jumlah tersebut, 7,660 pasien dinyatakan meninggal dunia, dengan jumlah pasien sembuh menyentuh angka 313,963. Saat ini, Irak memiliki kasus aktif sebanyak 239,468 pasien.

Sedangkan secara global pandemi virus corona telah menginfeksi lebih dari 8,5 juta jiwa di seluruh dunia. Angka kematian akibat virus ini mencapai lebih dari 455 ribu, dan pasien sembuh menyentuh angka 4,5 juta jiwa. Saat ini, kasus aktif COVID-19 dilaporkan mencapai 3,602,277 pasien.

(wk/luth)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait