Kampung di Italia Mendadak 'Mati' Ditinggal Penduduknya, Wali Kota Obral Rumah Seharga Rp 16 Ribu
SerbaSerbi

Wali Kota Cinquefrondi, Italia, Michele Conia mengobral rumah-rumah yang ada di sana dengan harga super murah Rp 16 ribu. Kota yang mendadak ditinggal penduduknya ini disebut bebas dari ancaman virus Corona.

WowKeren - Kota-kota di Italia memang banyak menyuguhkan tawaran menarik bagi siapa pun yang ingin pindah ke sana dan menjadi penduduk baru. Kota Cammarta di Sisilia misalnya. Kota ini pernah menawarkan rumah gratis bagi calon penduduk baru yang mau menetap di sana.

Kini, kota lainnya di Italia kembali menawarkan hal serupa yang tak kalah menarik. Kota Cinquefrondi, Calabria, Italia, menawarkan rumah dengan harga sangat murah, yaitu 1 euro atau setara Rp 16 ribu bagi para pendatang baru.

Selain harga properti yang murah, kota ini juga menjadi wilayah bebas virus Corona. Keunggalan lainnya dari kota Cinquefrondi adalah rumah di area tersebut hanya berjarak 15 menit dari pantai dengan mengendarai mobil.

Wali Kota Cinquefrondi, Michele Conia, mengatakan bahwa setiap pembeli rumah nantinya harus merenovasi bangunan rumah yang sudah lama tidak dihuni. Pembeli juga harus membayar asuransi tahunan hingga merenovasi rumah yang dibelinya.

Selain itu, Michele juga berniat untuk membangun kembali Kota Cinquefrondi yang telah mati ini. "Ini adalah upaya menemukan pemilik baru rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya," kata Conia dikutip dari Indozone, Jumat (19/6).


"Menemukan pemilik baru dari banyak rumah kosong adalah bagian dari misi Operation Beauty yang telah saya luncurkan untuk memulihkan bagian kota rusak dan hilang. Saya tumbuh di Jerman, tempat orang tua saya bermigrasi, lalu saya kembali ke sini untuk menyelamatkan tanah kelahiran saya," imbuhnya.

Michele menilai jika situasi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada langkah pasti untuk membuat kota ini kembali hidup dan berpenghuni.

"Terlalu banyak orang yang pergi dari sini selama beberapa dekade, meninggalkan rumah kosong. Kami tidak bisa pasrah dan ini tak boleh terus terjadi," ujar Michele.

Michele juga sempat menjelaskan perihal denda yang akan dikenakan kepada penghuni jika mereka tak segera merenovasi rumah tersebut. Jika pembeli belum merenovasi rumah selama tiga tahun, maka mereka bisa terkena denda sebanyak 20 ribu euro atau sekitar Rp320 juta. Michele juga mengungkapkan bahwa ada banyak penduduk yang telah meninggalkan kota ini selama beberapa dekade terakhir.

Ketika wabah virus COVID-19 menerjang Italia, tidak ada kasus yang ditemukan di kota Cinquefrondi. Dengan begitu, kota ini diklaim sebagai wilayah di Italia dengan level penyebaran virus Corona terendah.

(wk/lara)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait