Klaster baru virus corona di Tiongkok muncul di pasar bahan makanan Xifandi di Beijing. Di pasar ini dilakukan pengolahan ikan salmon impor dari sejumlah negara di Eropa.
- Luthfiatun Nisa
- Sabtu, 20 Juni 2020 - 08:04 WIB
WowKeren - Tiongkok mengumumkan data pengurutan genom virus corona (COVID-19) yang belum lama ini mewabah di Beijing. Menurut pihak terkait, hasil penelusuran awal menunjukkan virus tersebut berasal dari Eropa.
"Berdasarkan hasil kajian genom dan epidemiologi awal, virus ini berasal dari Eropa, tetapi berbeda dengan virus yang saat ini beredar di Eropa," kata anggota Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular Tiongkok (CDC).
Menurut Zhang, virus itu usianya lebih lama daripada virus yang saat ini beredar di Eropa. Kemungkinan, virus itu menempel pada produk makanan beku impor atau bersembunyi di lingkungan yang gelap dan lembap seperti di Xinfadi, dengan lingkungan yang belum disemprot disinfektan atau disterilisasi.
Data dari laman Pusat Data Mikrobiologi Nasional Tiongkok menunjukkan, pengurutan data genom itu berasal dari tiga sampel, yang terdiri dari dua sampel manusia dan satu sampel lingkungan. Ketiganya dikumpulkan pada 11 Juni.
Di sisi lain, klaster virus corona terbaru di Tiongkok adalah pasar bahan makanan Xifandi di Beijing. Di pasar ini dilakukan pengolahan ikan salmon impor. Dari mana salmon berasal, sejauh ini belum jelas. Tiongkok sendiri mengimpor ikan salmon dari sejumlah negara, antara lain Norwegia, Chile, Australia, Kanada, dan Kepulauan Faroe.
Pasar yang juga menjual daging dan makanan laut itu telah ditutup sejak Sabtu (13/6) lalu. Wabah telah menyebar ke provinsi Liaoning dan Hebei, di mana total lima kasus baru ditemukan sebagai kontak dekat pasien di Beijing.
Pemerintah di Beijing dengan cepat menutup pasar Xifandi, dan beberapa blok pemukiman di selatan ibu kota Tiongkok itu. Sekitar 10 ribu pedagang dan pekerja di pasar tersebut kini akan dites secepatnya untuk melacak infeksi corona. Tiongkok juga secara resmi memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) ketat kota Beijing dan melakukan pengujian massal virus corona.
"Hasil pelacakan akan dibandingkan dengan analisa dari negara lain, untuk bisa melacak garis asal-usul virus corona bersangkutan," ujar pejabat kesehatan di Beijing.
Otoritas setempat mengatakan data tersebut telah diserahkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
(wk/luth)