Lockdown Dicabut, Ribuan Orang di Prancis Ikuti Festival Musik Abaikan Physical Distancing
Dunia

Ribuan orang di Prancis berkumpul untuk merayakan festival musik tahunan pada Minggu (21/6) usai lockdown dicabut. Tentunya hal ini menuai kritikan dan kekhawatiran akan gelombang kedua virus corona.

WowKeren - Prancis telah mencabut lockdown pekan lalu. Pada Minggu (21/6) lalu, ribuan orang berkumpul untuk merayakan festival musik tahunan, dan mengabaikan aturan untuk menjaga jarak.

Para pengunjung mengabaikan aturan jarak sosial dan menari di jalan-jalan dalam Fte de la Musique, yang dikenal juga sebagai Music Day. Polisi bentrok dengan beberapa orang yang bersuka ria di Paris dan dengan demonstran di Nantes, termasuk menggunakan gas air mata terhadap para pengunjuk rasa.

Pemandangan tersebut tentunya menuai kritikan dari sejumlah pihak. Tak sedikit yang khawatir dan menilai pemerintah setempta terlalu cepat mencabut lockdown.

Jutaan orang Prancis biasanya turun ke jalan untuk acara tahunan, merayakannya di acara resmi dan juga dengan konser dadakan. Menteri Kesehatan Olivier Véran meminta warga untuk "terus menghormati (tindakan menjaga jarak sosial) dalam segala kondisi, untuk melindungi diri sendiri dan orang yang Anda cintai".

Tapi foto yang diunggah menunjukkan ribuan jalan di kota-kota di seluruh negeri - termasuk di Canal Saint Martin dan distrik Marais di Paris - mengabaikan aturan jarak dan sebagian besar berpesta tanpa masker. Aturan saat ini melarang pertemuan publik lebih dari 10 orang.


Orang-orang menikmati perayaan sampai larut malam hingga Senin dini hari. Di Les Invalides di Paris polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Akhirnya, tujuh orang ditangkap di ibu kota.

Lockdown Dicabut, Ribuan Orang di Prancis Ikuti Festival Musik Abaikan Physical Distancing

BBC

Di Prancis orang-orang seharusnya menjaga jarak satu meter satu sama lain di tempat umum, menggunakan masker saat naik semua jenis transportasi umum dan pertemuan lebih dari 5.000 orang tidak akan diizinkan sampai 31 Agustus.

Di Nantes, ada juga demonstrasi untuk mengenang Steve Maia Caniço, seorang anak berusia 24 tahun yang tenggelam di sungai saat festival tahun lalu, menyusul serangan polisi dalam acara konser gratis. Ribuan orang berjalan melewati kota dan akhirnya bentrok dengan petugas.

Banyak yang mengkritik jika acara tersebut bisa saja menciptakan lonjakan kasus baru COVID-19 di Prancis. "Saya mengerti bahwa Fête de la Musique membebaskan, tetapi tidak bisakah kita menghindarinya tahun ini?" tanya Dr Gilbert Deray dari rumah sakit La Pitié-Salpêtrière Paris, dengan mengatakan hal itu akan menjadi "bencana" jika wabah kembali terjadi.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait