Bayi kembar tiga asal Meksiko yang baru saja lahir dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Ahli medis langsung selidiki kemungkinan COVID-19 ditularkan melalui plasenta.
- Ruth Meliana
- Rabu, 24 Juni 2020 - 20:39 WIB
WowKeren - Bayi kembar tiga asal Meksiko dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19) sesaat setelah kelahiran mereka. Otoritas kesehatan negara Meksiko menyatakan jika hal tersebut menjadi kasus pertama yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dilansir BBC, bayi kembar tiga itu diketahui merupakan dua laki-laki dan satu perempuan yang dilahirkan secara prematur pada 17 Juni 2020 lalu. Kini, Ketiganya dirawat di sebuah rumah sakit di San Luis Potosi, Meksiko.
Ahli medis di rumah sakit tersebut menyatakan jika dua bayi diantaranya berada dalam kondisi yang stabil. Namun, satu bayi laki-laki dilaporkan masih belum dalam kondisi yang baik setelah mengalami gangguan pernapasan akibat virus corona. Satu bayi laki-laki ini lantas harus dirawat secara intensif.
Para ahli di negara tersebut lantas langsung menyelidiki apakah virus corona dapat ditularkan melalui plasenta selama kehamilan. Apalagi, Komite Keselamatan Kesehatan di San Luis Potosi mengatakan insiden terkait penyakit menular ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam banyak kelahiran.
Sementara itu, Sekretaris Kesehatan Negara Mónica Liliana Rangel Martínez menyatakan tidak mungkin jika ketiga bayi tersebut tertular virus corona saat kelahiran. “Mustahil bagi mereka terinfeksi (virus corona) saat kelahiran,” kata Martínez seperti dilansir dari Fox News, Rabu (24/6).
Meski demikian, orang tua dari bayi kembar tiga tersebut saat ini sedang diuji untuk mengetahui apakah mereka terinfeksi virus corona jenis baru. Sejauh ini dilaporkan keduanya belum mengalami gejala-gejala virus corona sehingga kondisi ketiga bayi mereka memicu kejanggalan.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sendiri sebelumnya telah mengeluarkan pedoman terkait penularan virus pada bayi. CDC mengatakan, bayi yang tertular virus mungkin terjadi karena droplet pernapasan ibu, pengasuh, penjenguk, atau petugas layanan kesehatan yang terinfeksi.
Lantaran situasi penularan virus corona pada bayi yang baru lahir masih terbatas, CDC memberi peringatan bagi orang-orang untuk membatasi kontak dengan bayi yang baru lahir. “Saat ini berbagai upaya dilakukan untuk mencegah penularan antara ibu dan bayi baru lahir, saat kehamilan, persalinan, dan pada periode postpartum,” jelas CDC.
Meksiko sejauh ini telah mencatat hingga 191.410 kasus virus corona sejak wabah pertama kali dikonfirmasi di negara itu pada 28 Februari lalu. Angka kematian akibat COVID-19 adalah 23.277 orang. Sedangkan pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona di Meksiko telah mencapai 144.448 orang.
(wk/lian)