Virus corona telah menembus 10 juta kasus COVID-19 secara global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jika dunia sedang menghadapi krisis oksigen semasa pandemi.
- Ruth Meliana
- Kamis, 25 Juni 2020 - 14:28 WIB
WowKeren - Pandemi virus corona nyaris menembus 10 juta kasus COVID-19 di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jika saat ini dunia sedang mengalami krisis oksigen imbas adanya peningkatan pasien virus corona.
WHO membeberkan jika konsentrator oksigen di dunai mulai semakin langka. Banyak negara yang sudah mulai mengalami kesulitan untuk mendapatkan konsentrator oksigen lantaran pemesanan sudah melebihi batas.
”Sekarang banyak negara yang mengalami kesulitan mendapatkan konsentrator oksigen,” ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dilansir dari The Sydney Morning Herald, Kamis (25/6/2020). “Permintaan saat ini melebihi pasokan.”
Konsentrator oksigen adalah alat yang digunakan untuk memberikan oksigen tambahan bagi pasien penyakit paru-paru. Virus corona sejauh ini telah membuat sejumlah orang yang terinfeksi mengalami masalah pernafasan sehingga membutuhkan alat bantuan.
Tedros membeberkan jika suplai oksigen dunia saat ini meningkat menjadi sekitar 88.000 silinder besar per hari atau setara 620.000 meter kubik oksigen. WHO sendiri berupaya mengatasi masalah ini dengan membeli 14.000 konsentrator oksigen dari berbagai produsen.
Nantinya, 14.000 konsentrator tersebut akan dibagi-bagikan WHO ke 120 negara. Sebanyak 170 ribu konsentrator oksigen tambahan, yang nilainya setara US$100 juta akan menyusul secara bertahap dalam jangka waktu enam bulan ke depan.
Sementara itu, Kepala Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan mengungkapkan jika penyebaran virus corona tertinggi terjadi di banyak negara Amerika Latin. Dilaporkan kematian di wilayah ini sudah melampaui 100.000 kasus minggu ini. Bahkan, banyak negara telah mengalami peningkatan kasus 25-50 persen dalam seminggu terakhir.
”Saya akan mencirikan situasi di Amerika secara umum sebagai masih berkembang, belum mencapai puncaknya,” ungkap Ryan seperti dilansir dari CNBC. “Dan kemungkinan akan menghasilkan jumlah kasus yang berkelanjutan dan korban kematian masih terus berlanjut.”
Berdasarkan data dari badan statistik Worldometers hingga Kamis (25/6), kasus virus corona secara global telah mencapai 9.504.215 kasus. Angka kematian di dunia kini berjumlah 483.681 kasus atau naik lebih dari 4 ribu dalam sehari. Sedangkan 5.161.054 pasien dinyatakan sembuh.
(wk/lian)