Izin Terbang Ratusan Pilot Pakistan Dicabut Akibat Diduga Palsukan Lisensi dan Pakai Joki Saat Tes
Getty Images
Dunia

Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan pemaparan hasil penyelidikan terkait penyebab kecelakaan pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan PK8303, yang jatuh di Karachi pada 22 Mei lalu.

WowKeren - Maskapai milik pemerintah Pakistan, Pakistan International Airlines (PIA), melarang terbang 150 pilot karena diduga curang saat menjalani ujian guna mendapatkan surat izin terbang. Keputusan itu diambil PIA sehari setelah Menteri Penerbangan Pakistan, Ghulam Sarwar Khan, menyatakan di depan parlemen bahwa ada 262 dari 860 pilot di Pakistan memalsukan izin terbang mereka.

"Kami memastikan para pilot yang tidak memenuhi syarat tidak akan bisa menerbangkan pesawat lagi," kata juru bicara PIA, Abdullah Hafeez, dalam jumpa pers di Islamabad, seperti dilansir dari CNN.

Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan pemaparan hasil penyelidikan terkait penyebab kecelakaan pesawat Airbus A320 dengan nomor penerbangan PK8303, yang jatuh di Karachi pada 22 Mei lalu. Diketahui, peristiwa nahas tersebut merenggut nyawa 97 orang, dan sebagian besar penumpang hendak pulang kampung untuk merayakan Idul Fitri.

Baik Ghulam Sarwar Khan maupun Abdullah Hafeez tidak merinci bagaimana bentuk kecurangan dan manipulasi yang dimaksud. Khan hanya mengatakan para pilot itu tidak menjalani langsung ujian untuk mendapatkan sertifikat layak terbang dari badan penerbangan setempat.


Akan tetapi menurut sebuah sumber, sejumlah pilot yang bisa menerbangkan pesawat tetapi tidak cakap dalam hal teknis biasanya menyogok pilot yang lebih memahami untuk menjadi "joki" alias pengganti mereka saat ujian. Sumber itu mengatakan, PIA sebenarnya sudah mengetahui skandal itu sejak dua tahun lalu. Saat itu ada empat pilot yang dipecat karena diduga menyewa joki saat ujian mendapatkan izin terbang.

Di sisi lain, Khan juga membeberakan bahwa insiden kecelakaan pesawat Airbus A320 itu terjadi setelah pilot tidak mengindahkan peringatan dari petugas lalu lintas udara. Saat itu petugas menara bandara mengatakan bahwa pesawat nahas tersebut terlalu tinggi untuk mendarat.

Petugas kendali lalu lintas udara mengatakan pilot mencoba melakukan pendaratan sebanyak tiga kali, dan bahkan posisi pesawat sempat terlihat terlampau rendah. Ketika percobaan pendaratan pertama gagal, petugas lalu lintas udara juga tidak memberi tahu pilot bahwa mesin mereka terlihat rusak karena sempat menggesek aspal landasan.

Saat percobaan terakhir, pilot mengatakan pesawat mendadak kehilangan tenaga karena kedua mesin mati dan langsung jatuh mengarah ke kawasan pemukiman.

Pakistan International Airlines dengan nomor penrbangan PK8303 sendiri mengangkut 91 penumpang dan delapan awak. Sebagian besar penumpang merupakan keluarga yang bepergian menjelang libur Idulfitri. Pesawat tersebut terbang dari Lahore dan dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Jinnah, Karachi pada pukul 14.30 waktu setempat.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts