Mesir mengungkap rencana untuk kembali dibuka untuk wisatawan setelah 3 bulan ditutup karena pandemi Corona. Sejumlah destinasi wisata pun dibuka bertahap meski ada batasan durasi bermalam.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Jumat, 26 Juni 2020 - 13:44 WIB
WowKeren - Satu per satu negara di penjuru dunia mulai membuka kembali wilayah mereka di tengah pandemi Corona (COVID-19). Salah satunya adalah Mesir yang berencana membuka gerbang pariwisata untuk turis pada 1 Juli 2020 mendatang. Walau demikian, Mesir tetap membatasi durasi durasi bermalam turis di kawasan resor Laut Merah dan Mediterania, seperti di Sharm El Sheikh, Dahab dan Hurghada.
Dalam Lonely Planet yang dikutip oleh CNNIndonesia pada Kamis (25/6), pemerintah Mesir memberikan diskon untuk pengurusan visa turis hingga akhir Oktober tahun ini. Bukan hanya itu, wisatawan yang terbang dengan EgyptAir atau Air Cairo juga akan mendapatkan diskon 20 persen untuk tiket ke museum dan situs arkeologi.
Sementara itu penginapan di seluruh Mesir sudah dibuka sejak awal bulan Juni ini. Begitu juga dengan hotel yang telah dibuka serta mendapatkan sertifikasi kesehatan dan hanya boleh diisi kapasitas maksimal 50 persen.
Menteri Pariwisata dan Purbakala Mesir juga mengumumkan delapan situs arkeologi akan segera dibuka kembali. Diantaranya termasuk Piramida Giza, Museum Mesir di Lapangan Tahrir di Kairo, kompleks kuil Karnak, dan Abu Simbel yang sebelumnya telah ditutup sejak Maret karena pandemi Corona.
Untuk situs budaya lain pun akan dibuka kembali secara bertahap. Namun untuk pembukaan Museum Mesir Kuno memang diundur hingga tahun 2021 mendatang.
Diketahui pariwisata memang menyumbang lebih dari 10 persen perekenomian Mesir. Dengan demikian pembukaan kembali tersebut diharapkan dapat meningkatkan kedatangan turis mancanegara tahun ini.
Saat ini ada penerbangan domestik baru yang menghubungkan kawasan resor dengan pusat arkelogi Mesir untuk pertama kalinya, yakni antara Sharm El Sheikh, Hurghada dan Luxor. Bandara baru pun telah dibuka di Giza.
Dilansir dari data Worldometers Mesir telah mencatat 59.561 kasus virus corona hingga Kamis (25/6) kemarin. Dari jumlah tersebut, ada 2.450 pasien meninggal dunia dan 15.935 orang dinyatakan sembuh.
(wk/tria)