Peneliti Universitas Reading Claire Ryder mengungkap mengapa debu ini bisa menyeberang ke luar benua. Fenomena itu diakibatkan dari beberapa badai kecil yang terjadi di Afrika tengah dan barat.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 26 Juni 2020 - 15:00 WIB
WowKeren - Sebuah badai dahsyat menerjang wilayah Amerika Serikat pada Kamis (25/6) waktu setempat. Badai ini merupakan "kiriman" dari Gurun Sahara.
Fenomena ini menciptakan awan debu dalam intensitas yang masif sehingga mempengaruhi kualitas udara di wilayah setempat. Dilansir NewYork Post, Jumat (26/6), awan debu yang besar ini menyebabkan menurunnya kualitas udara di Karibia.
Gumpalan debu tebal yang cukup besar melanda pantai teluk Mississippi. Badai ini bergerak dari tempat asalnya, Gurun Sahara, yang berjarak ribuan mil dan disebut-sebut bergerak melalui Florida.
Seorang spesialis kesehatan lingkungan di University of Puerto Rico, Pablo Méndez Lázaro, mengatakan jika badai ini adalah yang terburuk selama 5 dekade terakhir. "Ini adalah event paling penting dalam 50 tahun terakhir," kata dia masih dilansir New York Post.
Badai ini memiliki ukuran yang sangat besar hingga dijuluki "Girilla Dust Cloud". Berdasarkan citra satelit, badai ini bahkan membuat langit menjadi gelap dan terus bergulir ke arah barat. Tampaknya juga menuju ke Louisiana dan sebagian Texas.
Akibatnya, badai ini mempengaruhi kualitas udara di wilayah Karibia. Kualitas udara di wilayah ini menurun hingga di tingkat yang membahayakan. Pejabat kesehatan setempat memperingatkan jika cuaca semacam ini dapat berdampak pada sistem pernapasan pasien yang menderita COVID-19.
Adapun fenomena badai gurun Afrika yang bisa "menyeberang" ke benua Amerika tergolong langka. Fenomena badai gurun kali ini tergolong sangat besar dan kuat, seperti yang terjadi pada setengah abad lalu.
Peneliti Universitas Reading Claire Ryder mengungkap mengapa debu ini bisa menyeberang ke luar benua. Fenomena itu diakibatkan dari beberapa badai kecil yang terjadi di Afrika tengah dan barat. Badai ini membuat pasir di gurun Sahara terangkat ke atmosfer.
Lalu, karena angin di kawasan Afrika Barat yang bertiup ke arah timur sedang mengalami anomali dan melemah, menyebabkan debu-debu ini tertiup ke benua Amerika. Kondisi itu menyebabkan jumlah debu yang lebih besar dari biasanya dapat terakumulasi di lepas pantai barat Afrika. Awan debu kain masif seiring dengan bertambahnya kecepatan angin.
(wk/zodi)