Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara percaya diri menyatakan jika dunia mampu mengalahkan wabah Ebola setelah situasi positif yang terjadi di Kongo Timur.
- Ruth Meliana
- Jumat, 26 Juni 2020 - 18:48 WIB
WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan jika dunia mampu mengalahkan wabah Ebola. Pernyataan ini diungkapkan setelah Republik Demokratik Kongo bagian timur mengumumkan telah bebas dari wabah Ebola.
WHO mengapresiasi dan berterima kasih pada seluruh pihak yang terlibat dalam mengakhiri wabah Ebola di Kongo bagian timur. WHO juga turut memberikan pesan untuk wilayah tersebut agar tetap waspada, terutama untuk mendukung para penyintas dan mempertahankan sistem pengawasan dan respons yang kuat.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jika wabah Ebola di Kongo telah menelan banyak korban jiwa. Meski demikian, ia meminta seluruh pihak untuk belajar dari wabah tersebut dan menyiapkan strategi pencegahan agar Ebola tidak kembali menyerang lagi.
Tedros secara percaya diri menyatakan jika dunia telah siap dalam melawan virus Ebola. Menurutnya, Ebola ini dapat dilumpuhkan dengan vaksin dan perawatan yang efektif kepada pasien.
”Saya senang merayakan akhir wabah Ebola di bagian timur Republik Demokratik Kongo,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi persnya seperti dilansir dari laman resmi WHO, Jumat (26/6). “Dunia sekarang lebih siap untuk menanggapi Ebola. Vaksin telah dilisensikan dan perawatan yang efektif sudah teridentifikasi.”
Dalam kesempatan tersebut, Tedros secara khusus juga memberikan pujian kepada para ahli epidemiologi, pekerja kesehatan dan mereka yang melakukan pelacakan kasus di masyarakat. Menurutnya, mereka semua memiliki peran yang besar dalam menangani wabah Ebola. Bahkan, tak sedikit dari mereka yang harus kehilangan nyawa dalam menangani Ebola.
”Kita tidak boleh melupakan pekerja kesehatan yang kehilangan nyawa mereka” ungkap Tedros. “WHO akan terus mengadvokasi keamanan petugas kesehatan untuk melakukan tugas mereka tanpa menjadi sasaran.”
Meski wabah Ebola di Kongo bagian timur telah berakhir, namun Tedros meminta Kongo untuk tidak berpuas diri. Terlebih, saat ini dunia sedang dihadapkan dengan pandemi virus corona yang belum berakhir. Selain itu, sejumlah penyakit juga turut mengancam seperti campak.
”Pada akhirnya, pertahanan terbaik terhadap wabah apa pun adalah berinvestasi dalam sistem kesehatan,” tegas Tedros. “Hal ini lebih kuat sebagai dasar untuk cakupan kesehatan universal.”
(wk/lian)