COVID-19 Belum 100 Persen Terkendali, Ridwan Kamil Minta Pengelola Wisata Tolak Wisatawan Luar Jabar
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebelumnya, sempat dilakukan rapid test massal pada sekitar 1.600 orang. 88 orang dinyatakan reaktif. Dua orang dari 88 yang reaktif, berasal dari Jakarta.

WowKeren - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan peninjauan ke Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor pada hari ini, Jumat (26/6). Dalam kunjungannya itu, ia meminta kepada pihak pengelola pariwisata untuk tidak dulu menerima wisatawan dari luar Jawa Barat.

Kendati ada pelonggaran dalam pembatasan sosial, namun situasi penularan COVID-19 di provinsi tersebut masih belum sepenuhnya terkendali. Terlebih lagi, Bogor menjadi destinasi bagi banyak warga ibu kota yang ingin berlibur, yang mana DKI Jakarta merupakan salah satu provinsi dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia.


"Karena Bogor ini memang market besarnya dari Jakarta," kata pria yang akrab disapa Emil itu di Cisarua Bogor, Jumat (26/6). "Saya imbau pengelola yang sifatnya berbayar untuk tidak menerima dulu (wisatawan luar Jabar), selama situasi belum terkendali 100 persen."

Ia pun membeberkan jika sebelumnya pihaknya telah melakukan rapid test pada 1.600 orang. Dua orang dari 88 yang reaktif, berasal dari Jakarta. "Minggu lalu hasil (rapid test)-nya, dari 1.600-an, ada 88 yang reaktif dan 2 yang positif dan dilaporkan itu dari Jakarta," ujarnya.

Menurut orang nomor satu di Jabar tersebut, saat ini tingkat penularan di wilayahnya sudah mulai terkendali. Oleh sebab itu, ia ingin mempertahankan tren ini dengan membatasi masuknya orang-orang dari luar Jawa Barat.

"Tanpa mengurangi rasa hormat, karena kita sedang baik dalam mengontrol kasus infeksi lokal," tutur RK. "Jelas Tapi kita punya kekhawatiran dari kasus impor, dari perjalanan orang-orang luar Jawa Barat yang belum bisa kita ketahui sejarah perjalanannya."

Berkaca dari kejadian di Puncak yang sempat didapati pengunjung beberapa waktu lalu, Pemprov Jabar menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk membuat kebijakan pencegahan COVID-19. "Itu nggak ada gerbangnya, nggak ada ticketing-nya, itu yang paling rawan. Maka kita lagi kaji dengan Pak Kadis Pariwisata untuk memberikan wastafel-wastafel dan sebagainya," tuturnya.

Ia mengapresiasi Taman Safari yang sudah menerapkan protokol COVID-19. "Jadi yang boleh hanya mobil pribadi, sehingga tidak ada pencampuran antara orang-orang yang tidak kenal, ya," tuturnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts