Corona Belum Berakhir, Flu Babi Jenis Baru Yang Berpotensi Jadi Pandemi Ditemukan
Pixabay
Dunia
Pandemi Virus Corona

Penyebaran virus corona (COVID-19) masih belum berakhir, peneliti kembali menemukan flu babi jenis baru di negara ini yang disebut berpotensi menjadi pandemi.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) saat ini masih menunjukkan penyebaran yang cukup tinggi di sejumlah negara. Belum selesai pandemi virus corona, peneliti kembali menemukan flu babi jenis baru yang berpotensi menjadi pandemi baru.

Flu babi jenis baru ini ditemukan oleh peneliti dari Tiongkok. Hasil studi kemudian diterbitkan dalam jurnal sains Amerika Serikat (AS) di Prosiding National Academy of Sciences (PNAS) pada Senin (29/6).


Dilansir dari FoxNews, para peneliti mengatakan jika virus tersebut dibawa oleh babi dan dapat menginfeksi manusia. Flu jenis baru ini dinamakan G4 E4 H1N1.

Profesor Kin-Chow Chang dan rekan-rekannya di Universitas Nottingham mengatakan jika secara genetik, flu ini diturunkan dari strain H1N1 yang menyebabkan pandemi pada 2009 lalu. Meski demikian, virus dalam flu babi jenis baru ini diklaim memiliki banyak keunggulan karena mampu beradaptasi untuk menyebar antar manusia dan memicu terjadinya wabah global.

Flu itu memiliki semua ciri penting. “Salah satunya, sangat beradaptasi untuk menginfeksi manusia,” kata para ilmuwan di universitas-universitas Tiongkok dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok seperti dilansir dari AFP, Selasa (30/6).

Flu babi jenis baru ini ditemukan peneliti di antara orang-orang yang bekerja di rumah jagal Tiongkok. Peneliti menyebut jika virus ini dapat tumbuh dan berkembang biak di sel-sel yang melapisi saluran pernapasan manusia. “Benar kita terganggu dengan virus corona. Tetapi kita tidak boleh melupakan virus baru yang berpotensi bahaya,” kata Kin-Chow seperti dilansir dari BBC.

Peneliti menjelaskan jika G4 ini cukup berbahaya karena sangat menular. Flu jenis ini mampu bereplikasi dalam sel manusia dan menyebabkan gejala lebih serius pada musang daripada virus lain.

Oleh sebab itu, para peneliti menyerukan kepada pihak terkait untuk memantau orang yang bekerja dengan babi. Saran diberikan karena berdasarkan penelitian yang mereka lakukan 10,4 persen orang yang bekerja di peternakan babi sudah terinfeksi flu tersebut.

”Sangat mengkhawatirkan bahwa infeksi virus G4 pada manusia akan meningkatkan adaptasi manusia,” tulis Kin-Chow. “Dan meningkatkan risiko pandemi pada manusia.”

Pandemi flu babi terakhir terjadi di Meksiko pada 2009 silam. Meski demikian, saat ini pandemi flu babi tidak begitu menakutkan karena banyak orangtua yang memiliki kekebalan melawan virus tersebut.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts