Intip 6 Strategi 'Galak' Jokowi Untuk Selamatkan Kesehatan-Ekonomi Kala New Normal
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Presiden Joko Widodo memberikan 6 perintah tegas dan lengkap ini untuk mengamankan situasi di sektor kesehatan dan ekonomi selama penerapan new normal

WowKeren - Presiden Joko Widodo baru saja melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, Jokowi turut menyampaikan sejumlah perintah untuk menangani pandemi virus corona (COVID-19) di Tanah Air.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar setiap pemerintah daerah memperhatikan sejumlah kebijakannya demi mengatasi masalah kesehatan maupun ekonomi selama pandemi. Ia menekankan kepada pemerintah daerah terkait pentingnya memegang kendali.


“Gas dan remnya ini betul-betul diatur, jangan sampai melonggarkan tanpa sebuah kendali rem sehingga mungkin ekonominya bagus tapi COVID-nya juga naik,” kata Jokowi saat kunker di Jateng, seperti dilansir dari Detik, Selasa (1/7). “Bukan itu yang kita inginkan. COVID-nya terkendali tapi ekonominya juga tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat.”

Jokowi kemudian memberikan 6 strategi sekaligus pesannya agar sektor kesehatan dan ekonomi dapat bertahan di tengah pandemi. Berikut merupakan perintah Jokowi:

1. Daerah jangan memaksa new normal tahap besar

New Normal

Berbagai Sumber

Jokowi meminta pemerintah daerah untuk mempertimbangkan dengan matang kebijakan new normal di wilayah masing-masing. Menurutnya, opsi new normal harus diambil secara hati-hati dan harus didasarkan pada data science dan saran para pakar ilmuwan demi keamanan masyarakat.

”Saya titip jangan sampai membuka pada tatanan baru new normal tetapi tidak melalui tahapan-tahapan yang benar,” pesan Jokowi. “Setiap kita membuat kebijakan, setiap kita membuat policy betul-betul tolong yang namanya data science itu dipakai. Yang kedua saran-saran dari para scientist para pakar juga dipakai sehingga dalam memutuskan itu betul-betul tepat sasaran.”

Timing-nya harus tepat. Jangan sampai Rt nya masih tinggi di atas 1, R0 nya masih tinggi kita sudah berani buka,” sambungnya. “Hati-hati jangan membuat kebijakan tanpa sebuah data science yang jelas. Kalau sudah pra kondisi, timing, yang ketiga prioritas sektor mana yang dibuka. Tidak langsung semuanya dibuka. Jangan sampai kita berani membuka masuk ke new normal tapi keadaan datanya masih belum memungkinkan. Jangan dipaksa.”

2. Segera salurkan anggaran kesehatan dan bansos

Bansos Corona

Berbagai Sumber

Jokowi kembali mengingatkan kepala daerah untuk segera menyiapkan anggaran-anggaran kesehatan penanganan COVID-19. Secara tegas, Jokowi meminta agar anggaran tersebut segera dikeluarkan demi menyelamatkan kehidupan rakyat di tengah situasi krisis ini.

”Saya titip kepada gubernur, bupati, dan wali kota agar anggaran-anggaran yang berkaitan dengan kesehatan itu segera dilkeluarkan karena ini menyangkut nanti peredaran uang yang ada di masyarakat,” perintah Jokowi. “Kedua yang berkaitan dengan belanja bansos juga disegerakan.”

Selain anggaran kesehatan, Jokowi juga meminta para kepala daerah menyiapkan anggaran untuk stimulus ekonomi, terutama bagi usaha mikro. Dalam kesempatan itu, Jokowi mendesak kepala daerah agar betul-betul serius dan bergerak cepat melakukan penanganan karena dua masalah yang dihadapi dunia saat ini adalah masalah kesehatan dan ekonomi. Terlebih, sejumlah negara sudah mulai memasuki resesi.

3. Hati-hati kelola krisis

Jokowi mengatakan banyak negara di dunia sedang mengalami krisis imbas dari pandemi COVID-19. Ia lantas meminta para kepala daerah untuk hati-hati dalam mengambil kebijakan di masa krisis ini agar sektor kesehatan maupun ekonomi bisa berjalan beriringan.

”Yang kita hadapi ini adalah bukan hanya urusan krisis kesehatan tetapi juga masalah ekonomi, krisis ekonomi,” ujar Jokowi. “Karena kalau kita lihat demand terganggu, supply terganggu, produksi terganggu, pada kuartal yang pertama kita bisa tumbuh, masih tumbuh keadaan normal kita di atas 5, tapi kuartal pertama kita tumbuh 2,97, masih bisa tumbuh 2,97.”

”Tetapi di kuartal kedua kita sangat khawatir bahwa kita sudah berada di posisi minus pertumbuhan ekonomi kita,” sambungnya. “Inilah yang harus hati-hati mengelola memanajemeni krisis ini, agar urusan kesehatan dan ekonomi ini bisa berjalan beriringan.”

4. Cek belanja kementerian setiap hari

Anggaran

Berbagai Sumber

Jokowi meminta anggaran-anggaran yang berkaitan dengan kesehatan dan penanganan COVID-19 segera digelontorkan. Jika tidak, ia mengaku tak segan langsung menegur menterinya. Arahan ini tidak hanya disampaikan ke menteri, namun juga kepala daerah dan kepala lembaga.

Jokowi bahkan menyatakan sekarang tengah memantau belanja kementerian dan lembaga setiap hari. Ia mengaku memahami anggaran yang sudah digelontorkan oleh setiap kementerian dan lembaga setiap harinya.

”Saya kemarin juga, minggu kemarin saya perintahkan juga di seluruh kementerian dan lembaga agar mengeluarkan belanja-belanja yang ada. Saya pantau tiap hari,” kata Jokowi. “Kalau masih rendah, saya telepon langsung. Saya tegur menterinya atau kepala lembaganya.”

”Karena memang jangan kita biarkan uang yang beredar semakin kering atau semakin sedikit,” sambungnya. “Harus terus belanja-belanja itu kita dorong agar peredaran uang yang beredar di masyarakat semakin banyak.”

5. Kepala Daerah wajib tutup daerahnya jika kasus corona meningkat selama new normal

Mantan Wali Kota Solo ini memerintahkan para kepala daerah untuk tidak ragu menutup kembali daerahnya dari aktivitas new normal jika kasus virus corona kembali naik. Kebijakan menerapkan dan membuka pembatasan sosial harus berdasarkan data ilmiah.

”Kalau prioritas sudah ditentukan, kita jangan lupa untuk setiap hari, setiap minggu, setiap dua minggu, terus dievaluasi. Dimonitor dan dievaluasi,” tegas Jokowi. “Kalau memang keadaannya naik, ya tutup lagi, harus berani seperti itu, harus berani memutuskan seperti itu. Tidak bisa lagi kita, sekali lagi, memutuskan sebuah kebijakan tanpa dilihat yang namanya data sains dan masukan dari para pakar.”

Indikator yang disebut Jokowi adalah RO (angka reproduksi dasar) dan Rt (angka reproduksi efektif) dari penyebaran COVID-19. Apabila angka R0 dan Rt sudah turun, maka aktivitas bisa dibuka kembali. Namun apabila angka kasus COVID-19 naik lagi, maka aktivitas harus kembali ditutup.

6. Karantina RT dan RW lebih efektif

Jokowi menilai strategi intervensi yang berbasis lokal lebih efektif dalam menekan penyebaran virus corona. Menurutnya, isolasi RT/RW hingga desa lebih efektif daripada isolasi kota atau kabupaten. Oleh sebab itu, ia berharap strategi intervensi yang berbasis lokal itu digunakan untuk menekan angka penyebaran COVID-19.

”Menurut saya posisi sekarang ini, strategi intervensi yang berbasis lokal itu yang paling efektif untuk menangani COVID, strategi intervensi yang berbasis lokal,” papar Jokowi. “Jadi mengkarantina, mengisolasi RT, mengisolasi RW, mengisolasi kampung, atau desa itu lebih efektif dari pada kita mengkarantina kota atau kabupaten. Ini lebih efektif. Jadi strategi ini agar kita pakai bersama-sama sehingga kita harapkan terjadi penurunan di Rt, R0.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts