Jokowi Ditegur Usai Blusukan Pakai Face Shield Tanpa Masker, Istana Beri Klarifikasi Begini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Masker merupakan barang wajib di era new normal yang berlangsung di tengah pandemi Corona. Namun rupanya Presiden Joko Widodo pun terciduk tak mengenakan masker kala blusukan awal pekan ini.

WowKeren - Indonesia mulai memasuki era new normal, mengharuskan masyarakat untuk lebih aktif menjaga diri dari kemungkinan tertular virus Corona. Salah satunya dengan membentengi diri menggunakan alat pelindung seperti masker dan face shield alias pelindung wajah.

Namun sang kepala negara ternyata terciduk menanggalkan maskernya dan hanya "berlindung" dengan face shield ketika blusukan ke dua lokasi di Batang, Jawa Tengah pada Senin (29/6) kemarin. Padahal pada saat bersamaan para pendamping Jokowi, seperti Sekretaris Kabinet Pramono Anung sampai Menteri BUMN Erick Thohir tampak mengenakan masker dan face shield.


Aksi Jokowi ini pun menuai teguran dari masyarakat, termasuk warganet. Mereka menyoroti pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sempat menegaskan bahwa pelindung wajah bukanlah pengganti masker.

"Face shield tidak menggantikan masker Pak @jokowi... face shield itu kalau digunakan bersama masker, bukan penggantinya masker," tulis seorang warganet. "@BNPB_Indonesia baru saja mentwitkan soal hal ini 2 hari yang lalu, eh malah Bapak langgar sendiri."

Apalagi sebelumnya Jokowi pun mengingatkan penggunaan masker adalah hal wajib saat menyongsong era new normal. Seperti misalnya pengguna kendaraan umum yang wajib mengenakan masker atau ditolak naik.

Menanggapi teguran tersebut, pihak Istana Negara pun angkat bicara. Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono menyatakan tak ada alasan khusus dibalik alpanya Jokowi mengenakan pelindung wajah saja alih-alih bersama masker.

"Ya tak ada alasan," jawab Heru, Senin (30/6) malam. "Karena memang sudah pakai face shield."

Ketika disinggung soal masker yang tak bisa digantikan face shield, Heru berkilah bahwa rombongan Jokowi kala itu sudah menjaga jarak aman. Penggunaan masker dan face shield menjadi sebuah kewajiban bagi Jokowi apabila sang presiden blusukan ke daerah padat penduduk seperti pasar.

"Tapi kan ini jaga jaraknya sudah jauh, lebih dari 3 meter," tutur Heru, dilansir dari Kompas, Rabu (1/7). "Misalnya di pasar itu harus ketat bahkan harus pakai sarung tangan kan. Kalau ini kan enggak berkerumun juga."

Dan rupanya kunjungan ke Batang kemarin bukan pertama kalinya Jokowi "melupakan" masker. Dalam kunjungannay ke Pasar Rogojampi di Banyuwangi, Jawa Timur pada Kamis (25/6) pekan sebelumnya pun sang presiden juga tertangkap kamera hanya mengaitkan maskernya di bawah dagu.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts