Peneliti Tiongkok Pastikan Flu Babi Jenis Baru Tak Akan Jadi Pandemi
AFP
Health

Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular Tiongkok (CCDC) mengungkapkan risiko pandemi flu babi yang disebabkan virus G4 tidak bertambah, dan belum cukup kuat menular dari manusia ke manusia.

WowKeren - Virus flu babi jenis baru yang mengandung genotipe 4 (G4) tidak mengarah pada pandemi. Hal ini diungkapkan berdasarkan hasil penelitian terbaru Pusat Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Menular Tiongkok (CCDC).

Dalam penelitian tersebut, CCDC mengungkapkan bahwa risiko pandemi flu babi yang disebabkan oleh virus G4 tidak bertambah. Menurut CCDC, flu Eurasia seperti flu babi tipe H1N1 yang mengandung virus G4 memang dapat menginfeksi manusia, namun belum cukup kuat menular dari manusia ke manusia.


"Kemungkinan masyarakat umum terinfeksi flu babi sangat rendah, namun yang perlu diperhatikan adalah tetap menjaga kebersihan individu dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari serta menghindari kontak langsung dengan binatang ternak, unggas, dan binatang liar," kata CCDC.

Bahkan atas hasil penelitian ini, warga yang tinggal di wilayah berisiko rendah di Beijing sudah tidak lagi memerlukan hasil negatif tes asam nukleat jika hendak meninggalkan ibu kota setelah gelombang kedua COVID-19 berhasil dikendalikan. Kebijakan itu berlaku mulai hari ini, Sabtu (4/7).

Beijing sendiri hanya mendapati dua kasus baru pada Kamis (2/7), atau tinggal satu digit dibandingkan awal gelombang kedua yang mewabah mulai 11 Juni dengan 36 kasus, sehingga sampai saat ini jumlahnya menjadi 331 kasus positif.

Sebagai informasi tambahan, flu babi jenis baru ini terungkap usai para peneliti mengambil 30 ribu sampel swab. Liu Jinhua dari Universitas Agrikultur Tiongkok memimpin penelitian. Sampel tersebut diambil dari rumah pemotongan babi di 10 provinsi di Tiongkok sejak 2011 sampai 2018, seperti disebutkan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal sains AS, Prosiding National Academy of Sciences (PNAS).

Dari 30 ribu sampel swab itu, dihasilkan 179 virus flu babi yang sebagian besar merupakan jenis G4. Sehingga flu jenis baru ini dinamakan G4 E4 H1N1.

"Virus G4 telah menunjukkan peningkatan tajam sejak 2016 dan merupakan genotipe dominan dalam sirkulasi pada babi yang terdeteksi di setidaknya 10 provinsi," kata penulis utama Sun Honglei dikutip dari Science Mag.

Ahli Biologi Evolusi dari US National Institutes of Health's Fogarty International Center, Martha Nelson juga sempat menyinggung sampel penelitian Honglei dan tim yang cukup kecil. Menurutnya, sampel untuk temuan ini perlu diperbesar.

(wk/luth)

You can share this post!

Related Posts