Eksistensi Girl Grup Baru JYP, NiziU sebagai Grup K-Pop atau J-Pop Dibahas, Netizen Justru Sinis
Musik

JYP Entertainment mengumumkan lineup girl grup Jepang baru mereka, NiziU yang beranggotakan 9 member. Grup tersebut kini menjadi perdebatan apakah mereka digolongkan sebagai grup K-Pop atau J-Pop.

WowKeren - Akhir Juni lalu, JYP Entertainment mengumumkan lineup girl grup Jepang baru mereka, NiziU yang beranggotakan 9 member. Grup tersebut kini menjadi perdebatan apakah mereka digolongkan sebagai grup K-Pop atau J-Pop.

Di satu sisi, NiziU dibentuk oleh JYP Entertainment lewat ajang survival "Nizi Project" yang menghasilkan 9 member yang semuanya berasal dari Jepang. Grup ini pun dimaksudkan untuk menjalani kegiatan promosi di Jepang.


Namun di sisi lain, agensi yang membentuk NiziU merupakan agensi hiburan Korea dengan pendiri yang juga orang Korea serta menaungi grup-grup idol K-Pop. Hal ini membuat NiziU dapat dianggap sebagai junior satu agensi dari 2PM, GOT7, DAY6, TWICE, Stray Kids dan ITZY.

Berbagai komentar dari netizen pun bermunculan terkait hal tersebut. Sayangnya, banyak dari mereka yang justru melontarkan komentar sinis.

"Ini membuatku mengumpat karena ini bukan hanya tentang lokalisasi. Ini tentang pencurian semua pengetahuan K-Pop yang telah dibangun oleh industri kita."

"Ini hanya membantu JYP, ini tidak membantu K-Pop sama sekali."

"Grup ini dimiliki oleh Sony, mereka tidak boleh diklasifikasikan sebagai K-Pop. JYP pada dasarnya memberikan semua premi mereka untuk royalti. Aku tidak bisa berkata-kata."

"JYP harusnya mengkhawatirkan agensi mereka sendiri. Aku mengerti bahwa kita berada dalam generasi global baru tapi bukan seperti ini... Mereka pada dasarnya versi Jepang TWICE, kan? BTS luar biasa karena tidak punya member asing!"

"Mereka bukan NiziU milik JYP tapi milik Sony Music. Sony Music menyewa Park Jin Young untuk proses pelatihan dan casting. Media internasional mengenali mereka sebagai idol J-Pop dan aku terganggu melihat mereka dianggap sebagai lokalisasi K-Pop. Park Jin Young bisa dapat royalti sementara Sony Music membangun fondasi untuk J-Pop di luar negeri. Mereka pada dasarnya menyiapkan kompetisi untuk K-Pop."

"K-Pop adalah salah satu pasar terkuat kita saat ini, jadi apa gunanya menjual semua pengetahuan kita ke pasar lain? Apa yang membuat ini berbeda dari ketika kita menjual semua alat kita pada Jepang selama periode Three States? JYP mengkhianati Korea dengan ini. Jepang akan mengambil ini dan menjalankannya dan hampir tidak memberikan kredit pada kita saat mereka cukup berhasil dengan itu."

"Mereka bukan K-Pop. Mereka cuma usaha internasional JYP."

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts